Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Afrika Selatan Bersih-bersih Migran Ilegal, 77.000 WNA Tanpa Dokumen Dipulangkan

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 16:24 WIB | Oleh:
Afrika Selatan Bersih-bersih Migran Ilegal, 77.000 WNA Tanpa Dokumen Dipulangkan Doc: AFPGIANLUIGI GUERCIA//Getty Images

JOHANNESBURG - Pemerintah Afrika Selatan merepatriasi sedikitnya 77.184 warga negara asing (WNA) tanpa dokumen hingga 3 Agustus 2026, demikian disampaikan Struktur Gabungan Operasional dan Intelijen Nasional Afrika Selatan (NATJOINTS) pada Sabtu (8/8).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.816 orang telah dideportasi secara resmi dari Afrika Selatan (Afsel) pada 1 April hingga 31 Juli, kata Wakil Komisaris Kepolisian Nasional Afsel Tebello Mosikili dalam jumpa pers di Pretoria.

Sementara 3.016 WNA tak berdokumen lainnya tengah menunggu proses deportasi di Pusat Repatriasi Lindela.

Lebih dari 500 orang masih berada di pusat repatriasi di Musina, Provinsi Limpopo, dan mereka akan dipulangkan ke negara masing-masing dalam beberapa hari mendatang, kata Mosikili yang juga menjabat sebagai Ketua Bersama NATJOINTS.

"Pemerintah akan terus menegakkan peraturan perundang-undangan imigrasi sembari memastikan seluruh tindakan penegakan hukum tetap sah, manusiawi, serta sejalan dengan Konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Lebih dari 16.208 WNA tak berdokumen ditangkap pada Juli dalam Operasi Shanela dan operasi multidisiplin terkait. Menurut NATJOINTS, sejak Januari hingga saat ini, sebanyak 59.947 WNA tak berdokumen telah ditangkap karena berada di negara tersebut secara ilegal.

Pemerintah juga terus melanjutkan pemeriksaan kepatuhan di tempat kerja dan tempat usaha secara nasional.

Sebanyak 6.317 penyidik tenaga kerja sedang melakukan pemeriksaan di tempat kerja, sementara pihak berwenang terus memeriksa toko-toko spaza guna memastikan kepatuhan terhadap peraturan daerah, peraturan keamanan pangan, persyaratan perizinan usaha, dan undang-undang imigrasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Hingga September 2026, Peru...
Nasional
Mendikdasmen Ungkap Tiga Ku...

Kakak Peka Jadi Andalan Menekan Narkoba di Situbondo

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kakak Peka Jadi Andalan Men...
Luar Negeri
Trump Tolak Proposal Iran u...

Stadion Internasional Sepatu Roda akan Dibangun di Tangerang

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Stadion Internasional Sepat...
Daerah
Lapas Amurang Beri Warga Bi...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.