Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beroperasi Secara Mandiri, Produk Perawatan Kesehatan Opella Kini Lebih Terjangkau

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Beroperasi Secara Mandiri, Produk Perawatan Kesehatan Opella Kini Lebih Terjangkau Doc: Opella
Ket. Midha Mulyaningrum, Country Head Opella Healthcare Indonesia di sela kegiatan kampanye #MakeAirFair yang diinisiasi oleh brand unggulannya Telfast.

JAKARTA – Industri kesehatan global memasuki babak baru. Opella, sebelumnya bagian dari Sanofi, kini resmi beroperasi sebagai perusahaan mandiri setelah Sanofi menuntaskan penjualan 50 persen saham pengendali kepada perusahaan investasi asal Amerika Clayton, Dubilier & Rice (CD&R).

Sanofi tetap menjadi pemegang saham utama dengan 48,2 persen kepemilikan, sementara Bpifrance (bank investasi publik Perancis) memiliki 1,8 persen saham. Langkah strategis ini menandai awal perjalanan baru Opella dengan misi besar: “Health in Your Hands” menjadikan self-care (perawatan kesehatan diri) lebih inklusif dan terjangkau.

Lebih dari sekadar perubahan kepemilikan, ini merupakan langkah besar untuk mendefinisikan ulang industri self-care global. Opella kini menjadi pemain independen terbesar ketiga di dunia dalam pasar Over-The-Counter (OTC) dan suplemen kesehatan, yang secara global bernilai 190 miliar Euro.

Berbasis di Prancis, Opella membawa lebih dari 100 merek ternama yang sudah dipercaya oleh jutaan keluarga di seluruh dunia termasuk Lactacyd, Dulcolax, Bisolvon, Pharmaton dan masih banyak lagi. Produk-produk ini juga telah lama hadir dan digunakan oleh konsumen di Indonesia, menjadikannya bagian dari solusi sehari-hari dalam menjaga kesehatan keluarga.

“Menjaga Kesehatan diri seharusnya hal yang mudah dan sederhana, namun realitanya masih banyak orang yang kesulitan mengakses solusi kesehatan yang tepat. Kami ingin mengubah kondisi tersebut. Didukung oleh tim yang terdiri dari 11.000 orang di seluruh dunia, kami siap mendefinisikan ulang cara orang merawat kesehatannya lebih mudah, dan sesuai kebutuhan mereka,” kata Presiden dan CEO Opella, Julie Van Ongevalle melalui siaran pers pada hari Jumat (9/5).

Komitmen untuk menjembatani kesenjangan akses terhadap personal care ini menjadi sangat relevan di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Tiongkok wilayah dengan dinamika sosial yang beragam dan mencakup separuh populasi dunia.

“Opella berkomitmen untuk menjadikan self-care lebih inklusif dan terjangkau. Kami ingin hadir dengan solusi nyata dan relevan. Kami percaya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil satu solusi sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Opella’s Head of AMEA and China Region Carol-Ann Stewart.

Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menjadikan perawatan kesehatan diri sebagai elemen kunci dalam membangun Masyarakat yang lebih sehat. Peran utama sistem kesehatan saat ini bukan hanya mengobati, tetapi menjaga agar masyarakat tetap sehat yang dimulai dari inisiatif, pengetahuan, dan kemauan individu untuk merawat diri.

“Opella, melalui pendekatan ‘Health in Your Hands,’ berada dalam posisi strategis untuk berkontribusi nyata terhadap agenda nasional tersebut,” paparnya.

Country Head Opella Healthcare Indonesia Midha Mulyaningrum mengatakan, misi ‘Health in Your Hands’ didasarkan pada prinsip akses terhadap solusi kesehatan yang praktis, aman, dan relevan merupakan hak semua orang. Dengan status baru sebagai perusahaan mandiri, Opella memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk memperkuat kemitraan lokal dan menghadirkan solusi self-care yang lebih terjangkau yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia secara nyata.

“Di tengah tantangan akses dan edukasi kesehatan yang belum merata. Opella Indonesia hadir bukan sekadar untuk memperbaiki sistem, tapi untuk mendefinisikan ulang masa depan self-care,” ungkapnya.

Dengan status barunya sebagai perusahaan mandiri, Opella siap memperkuat kehadirannya di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara memperluas akses terhadap produk-produk kesehatan berkualitas, mendorong edukasi perawatan kesehatan diri yang berkelanjutan, serta membuka peluang kerja sama lokal di bidang kesehatan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...

Pemkot Bandung Gaspol Gelar Gerakan Pangan Murah

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Gaspol Gelar...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.