Serat Tak Sekadar Soal Jumlah, Keragaman Jenis Jadi Perhatian
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 15:12 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Peran serat pangan dalam pengembangan produk makanan dan minuman menjadi salah satu perhatian Beneo dalam ajang Fi Asia Indonesia 2026 yang berlangsung pada 16–18 September di Jakarta International Expo. Perusahaan bahan pangan tersebut memperkenalkan konsep kombinasi berbagai jenis serat untuk menghadirkan manfaat nutrisi sekaligus mendukung inovasi formulasi pangan.
Beneo menilai meningkatnya perhatian masyarakat terhadap konsumsi serat membuka peluang bagi produsen makanan dan minuman untuk mengembangkan produk dengan nilai gizi yang lebih beragam. Tren fibremaxxing di media sosial, yang mendorong peningkatan konsumsi serat, turut memperkuat perhatian terhadap komponen pangan tersebut.
Namun, perusahaan menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan serat tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah yang dikonsumsi. Kualitas dan keragaman jenis serat juga perlu menjadi pertimbangan karena setiap jenis serat memiliki struktur, fungsi, serta karakteristik pencernaan yang berbeda.
Melalui pendekatan yang disebut fibremixxing, Beneo mengajak pelaku industri untuk melihat peluang penggabungan berbagai jenis serat guna menghadirkan manfaat yang saling melengkapi. Pendekatan ini memperluas pembahasan mengenai serat, dari sekadar meningkatkan jumlah asupan menjadi upaya memahami fungsi setiap jenis serat dalam suatu formulasi pangan.
Tantangan Pemenuhan Asupan Serat di Indonesia
Peluang pengembangan produk pangan berbasis serat dinilai relevan dengan kondisi konsumsi masyarakat Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 96,7 persen penduduk berusia lima tahun ke atas belum memenuhi anjuran konsumsi lima porsi buah dan sayuran per hari.
Angka tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemenuhan konsumsi buah dan sayuran sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Meski makanan tradisional, seperti tempe, dapat menjadi salah satu sumber serat, pemenuhan kebutuhan serat tetap memerlukan keragaman sumber pangan.
Beneo melihat kondisi tersebut sebagai peluang bagi industri makanan dan minuman untuk mengembangkan produk yang dapat membantu meningkatkan asupan serat masyarakat. Pengembangan produk tetap perlu memperhatikan komposisi gizi secara keseluruhan, selain cita rasa dan karakteristik tekstur.
Untuk mendukung inovasi tersebut, Beneo memperkenalkan Fibre Toolbox, yaitu rangkaian pilihan bahan serat yang dapat dimanfaatkan produsen sesuai dengan kebutuhan formulasi dan manfaat nutrisi yang ingin ditawarkan.
Serat akar chicory, misalnya, dapat digunakan sebagai sumber serat prebiotik. Sementara itu, biji-bijian utuh (whole grains) dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk yang ditujukan untuk mendukung kesehatan jantung, sesuai karakteristik bahan dan bukti ilmiah yang mendasarinya.
Berbagai jenis serat juga dapat dikombinasikan dengan bahan fungsional lainnya untuk menghasilkan produk dengan manfaat yang lebih beragam.
“Karena setiap jenis serat berinteraksi secara berbeda dengan matriks pangan, keahlian dalam formulasi menjadi hal yang sangat penting. Dengan pengalaman selama puluhan tahun dalam riset dan aplikasi serat akar chicory, tepung barley yang kaya akan beta-glukan, serta berbagai bahan fungsional lainnya, Beneo dapat membantu produsen mengintegrasikan serat ke dalam formulasi produk secara optimal untuk memberikan peningkatan nilai gizi yang berarti,” ujar Managing Director Beneo Asia Pacific Christian Philippsen.
Tiga Pendekatan dalam Inovasi Serat
Dalam ajang Fi Asia Indonesia 2026, Beneo menyoroti sejumlah pendekatan yang dapat diterapkan produsen makanan dan minuman untuk mengembangkan produk berbasis serat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!