Pentingnya Aren untuk Bioetanol dan Energi Mandiri: Indonesia Targetkan 300 Ribu Hektar
📅 Senin, 12 Mei 2025, 11:02 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: ANTARA/yds
JAKARTA – Indonesia saat ini memiliki sekitar 2 juta hektar aren yang perlu dioptimalkan. Sedangkan, Pemerintah Indonesia berencana mengembangkan 300.000 hektar perkebunan pohon aren sebagai bagian dari strategi nasional mengurangi ketergantungan impor bahan bakar fosil. Upaya ambisius ini dinilai krusial untuk memperkuat industri bioetanol di Tanah Air dan mencapai kemandirian energi.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raja Juli Antoni baru-baru ini meninjau potensi aren di Garut, Jawa Barat. Kunjungan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengagumi pohon aren sebagai 'pohon keajaiban' karena manfaat multifungsinya dari akar hingga ujung. Presiden menetapkan pengembangan aren sebagai program prioritas pemerintah.
"Nira aren bisa diolah menjadi bioetanol berkualitas tinggi, alternatif bahan bakar berkelanjutan. Dengan budidaya yang benar, satu hektar bisa hasilkan 24.000 liter bioetanol. Jika kita tanam satu juta hektar, kita bisa capai swasembada energi," jelas Menteri Antoni, seraya menyebutkan target 300.000 hektar penanaman aren harus direalisasikan tahun ini.
Selain potensi energi yang besar dan belum sepenuhnya termanfaatkan, perkebunan aren juga vital sebagai solusi berbasis alam mencegah erosi dan longsor, khususnya di daerah perbukitan. Akarnya yang dalam membantu menjaga keseimbangan hidrologi, menjadikannya tanaman konservasi yang penting. Aren juga memberikan hasil lain seperti kolang-kaling yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan serat bernilai ekonomi.
Menanggapi hal ini, Dr. Ir. Surya Adinegoro, Staf Ahli Bidang Agroindustri Kementerian Pertanian, menambahkan, "langkah pemerintah ini sangat strategis mengingat urgensi ketahanan energi dan kemandirian bangsa. Aren memiliki multifungsi yang luar biasa, menjadikannya pilihan tepat untuk program bioenergi skala besar yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi konservasi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengembangan besar-besaran dinilai mendesak karena potensi aren sebagai sumber bioetanol masih sangat besar dibandingkan pemanfaatannya saat ini yang masih dominan untuk gula aren.
Di sisi lain, Dr. Lestari Wibowo, Pakar Bioenergi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pun menjelaskan, "dari sisi teknis dan lingkungan, aren unggul karena dapat tumbuh di lahan marginal, fungsi konservasinya tinggi, dan produksinya bisa berkelanjutan tanpa merusak tanah. Pengembangan aren besar-besaran memang vital untuk masa depan energi terbarukan kita."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!