Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Kalbar hadapi kendala tangani karhutla dua kabupaten

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 16:47 WIB | Oleh:
BPBD Kalbar hadapi kendala tangani karhutla dua kabupaten Doc: ANTARA/HO-Jessica Helena Wuysang
Ket. Petugas BPBD Kalbar berjibaku memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya beberapa waktu lalu.

PONTIANAK -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya menghadapi berbagai kendala, menyusul adanya korban jiwa akibat kebakaran di Kabupaten Ketapang.

"Selain lokasi karhutla yang sulit dijangkau, minimnya sarana prasarana pemadaman juga menjadi kendala sehingga penanganan belum bisa dilakukan secara maksimal," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalbar Ridwan di Pontianak, Rabu.  

Dia mengatakan kendala utama yang dihadapi petugas adalah sulitnya menjangkau lokasi kebakaran, minimnya sarana dan prasarana pemadaman, serta terbatasnya sumber air di kawasan terdampak.   

Menurut Ridwan, karakteristik lahan gambut di Ketapang dan Kubu Raya membuat proses pemadaman semakin sulit karena api dapat membakar hingga ke bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut diperparah dengan terbatasnya pasokan air di sejumlah lokasi kebakaran.  

Ia menjelaskan, tim terpadu bersama satuan tugas darat dan udara terus melakukan patroli untuk mendeteksi titik api. Apabila kebakaran tidak dapat dijangkau melalui jalur darat, helikopter water bombing akan dikerahkan untuk membantu pemadaman.  

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro mengatakan hingga Rabu siang kondisi karhutla di daerahnya masih belum terkendali. Tim gabungan bahkan kembali diterjunkan ke lapangan sejak pagi untuk melanjutkan upaya pemadaman. 

Yunifar mengungkapkan, kebakaran di Ketapang juga telah menimbulkan korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjatuh saat melintasi kawasan yang dipenuhi asap kebakaran.  

"Korban diduga menerobos kabut asap saat hendak pulang. Karena kekurangan oksigen, korban pingsan dan terjatuh di lokasi yang terdapat api sehingga meninggal dalam kondisi terbakar," katanya.  

Selain korban meninggal, BPBD juga mencatat seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Yunifar, kebakaran di Desa Pelang diperkirakan telah meluas hingga lebih dari 40 hektare. Sulitnya memperoleh sumber air menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman di lapangan.   

Ia juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Kalbar menempatkan helikopter patroli dan water bombing di Bandara Rahadi Oesman Ketapang agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.  

"Saat ini hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang terdapat titik kebakaran. Kami berharap helikopter dapat disiagakan di Ketapang untuk mempercepat penanganan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Perjanjian Keamanan Arktika...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.