Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Keracunan MBG Dorong Pangkalpinang Memperbaiki Tata Kelola

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 02:44 WIB | Oleh:
Kasus Keracunan MBG Dorong Pangkalpinang Memperbaiki Tata Kelola Doc: ant
Ket. korban keracunan mbg

PANGKALPINANG – Kasus keracunan program makan bergizi gratis (MBG) di seluruh Indonesia, mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memperbaiki tata kelola pelaksanaan program MBG. Perbaikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, di Pangkalpinang, Rabu, mengatakan kendala yang terjadi pada awal pelaksanaan SPPG merupakan hal yang wajar dan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan. "Kehadiran tim pemantau dari Kementerian Sekretariat Negara menjadi momentum bagi kami untuk melakukan pembenahan sistem dan evaluasi menyeluruh," katanya.

Tim pemantau Kementerian meninjau pelaksanaan program MBG di sejumlah lokasi, termasuk SPPG City Hall dan SMP Negeri 6 Pangkalpinang sebagai salah satu penerima manfaat. Pemantauan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dilakukan di 35 provinsi di Indonesia.

"Mereka datang untuk mencari masukan dari pemerintah daerah dan pelaksana SPPG dalam rangka penyempurnaan tata kelola program MBG," ujarnya. Dalam kesempatan itu, kata dia, perwakilan tim Kementerian menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemkot Pangkalpinang terhadap pelaksanaan program tersebut.

Tim juga menjelaskan tiga tujuan utama pemantauan, yakni menilai kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan MBG, mengidentifikasi permasalahan dan masukan dari Pemda, serta menyusun rekomendasi kepada Presiden terkait tata kelola dan pengawasan program.

Pemerintah Pusat mendorong langkah-langkah perbaikan cepat terhadap SPPG, antara lain penutupan sementara SPPG yang bermasalah untuk investigasi, sterilisasi alat makan, peningkatan kualitas sanitasi dan air, kepemilikan sertifikat keamanan pangan yang higienis, pemantauan rutin oleh puskesmas dan UKS, serta peningkatan koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah.

Mie Go menegaskan Pemkot Pangkalpinang akan memberikan masukan terkait perizinan, sertifikasi, serta aspek higienitas dan sanitasi untuk memastikan program berjalan sesuai standar nasional. "Kami akan membawa surat resmi kepada pihak SPPG mengenai hal-hal yang perlu dipenuhi. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam menjamin gizi dan kesehatan dari pangan yang diberikan," katanya.

Ia berharap program MBG dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah agar mampu menjadi generasi Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.