Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyebab Harga Telur Naik di Baturaja: Analisis Pasca-Idul Adha 2025

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 15:54 WIB | Oleh:
Penyebab Harga Telur Naik di Baturaja: Analisis Pasca-Idul Adha 2025 Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan sidak di Pasar Atas Baturaja menjelang Idul Adha 1446 Hijriah.

BATURAJA – Harga telur ayam ras di pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengalami kenaikan signifikan pascaperayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Dari semula di kisaran Rp26.000 per kilogram (Kg), kini harga telur mencapai Rp30.000/Kg. Lonjakan ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apa sebenarnya penyebab di balik kenaikan drastis ini setelah momen lebaran kurban.

Yusni, salah seorang pedagang sembako di Pasar Atas Baturaja, menjelaskan bahwa kenaikan harga sudah terasa sejak H+1 Idul Adha. "Harga telur merangkak naik sejak H+1 Idul Adha dari Rp26.000/Kg menjadi Rp29.000/Kg. Untuk hari ini harganya naik lagi mencapai Rp30.000/Kg," kata Yusni pada Selasa (10/6/2025). Menurutnya, pasokan telur dari agen pemasok saat ini terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.

Senada dengan Yusni, Gultom, pedagang sembako lainnya, menambahkan bahwa kenaikan harga juga disebabkan oleh meningkatnya permintaan konsumen menjelang dan setelah Idul Adha. "Biasanya dalam sehari telur ayam ras laku terjual rata-rata sebanyak 7 Kg. Namun kini permintaan bisa tembus hingga 15 Kg per hari," ungkap Gultom, menggambarkan lonjakan konsumsi yang signifikan.

Meski harga telur melambung, harga kebutuhan pokok lainnya di pasar Baturaja terpantau relatif stabil. Minyak goreng kemasan merek Minyak Kita masih dipatok seharga Rp18.000 per liter dan Tropikal Rp21.000 per liter. Gula pasir Rp18.000/Kg, ayam potong Rp30.000/Kg, tulang sapi Rp85.000/Kg, dan daging sapi Rp150.000/Kg. Begitu pula dengan bumbu dapur seperti cabai merah keriting (Rp40.000/Kg), cabai rawit (Rp35.000/Kg), bawang merah (Rp45.000/Kg), dan bawang putih (Rp40.000/Kg).

Dr. Citra Dewi, seorang ekonom pangan dari Universitas Sriwijaya, menjelaskan bahwa fenomena ini lumrah terjadi. "Kenaikan harga telur pasca-hari raya besar seperti Idul Adha memang seringkali dipengaruhi oleh dua faktor utama: peningkatan permintaan sesaat dan gangguan pasokan. Masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi telur untuk berbagai olahan makanan setelah hari raya, sementara pada saat yang sama, aktivitas distribusi dari peternak ke agen mungkin sedikit terhambat karena libur panjang," jelas Dr. Citra kepada Koran Jakarta. Ia menambahkan, jika pasokan dari peternak memang berkurang karena faktor produksi atau cuaca, dampaknya akan semakin terasa pada harga di tingkat konsumen.

Sementara itu, Bapak Herman Kusuma, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia (APPSI) wilayah Sumatra Selatan, menyoroti faktor rantai pasok. "Selain lonjakan permintaan, kami juga melihat ada kendala di sisi distribusi. Peternak mungkin mengurangi jadwal pengiriman selama libur Idul Adha, atau ada peningkatan biaya logistik yang belum kembali normal. Ini mengakibatkan keterlambatan pasokan ke pasar, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga terdorong naik," kata Herman. Ia berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan para peternak dan distributor untuk memastikan pasokan telur kembali lancar dan harga dapat distabilkan dalam waktu dekat.

Dengan kombinasi faktor permintaan yang melonjak dan pasokan yang terbatas, kenaikan harga telur pasca-Idul Adha di Baturaja ini menjadi cerminan dinamika pasar yang kerap terjadi di Indonesia. Apakah harga akan segera kembali normal atau terus bertahan di level tinggi?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.