Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Peran Pokdarwis: Garda Terdepan Pariwisata dan Ekonomi Lokal di Kampung Adat

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Mengenal Peran Pokdarwis: Garda Terdepan Pariwisata dan Ekonomi Lokal di Kampung Adat Doc: ANTARA
Ket. Grup tari Yospan bersama Pangdam XV/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruhito saat mengunjungi Kbusdori, menutup TMMD ke-123 Tahun 2024.

BIAK – Keindahan alam dan kekayaan budaya Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor, semakin gencar dipromosikan sebagai destinasi wisata unggulan. Di balik gemerlap promosi, ada satu elemen kunci yang disebut-sebut menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan potensi ini: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tingkat kampung. 

Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Saereri Biak secara tegas menyatakan dukungan penuhnya. Ketua LMA Biak Numfor, David Rumansara, berharap Pokdarwis dapat bersama pemerintah menyukseskan program pariwisata. "Kami dari lembaga adat Saereri memberikan dukungan Pokdarwis bersama pemerintah menyukseskan program pariwisata di Kabupaten Biak Numfor," kata David, Selasa (10/6/2025).

David mengakui bahwa kehadiran Pokdarwis sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan objek wisata di kampung. Melalui Pokdarwis, masyarakat adat memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang besar untuk menjaga alam Biak Numfor sebagai daya tarik wisata. Ia menekankan, Pokdarwis harus berperan sebagai penggerak dalam mewujudkan Sapta Pesona, yaitu tujuh unsur penting pariwisata: aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny T. Dangeubun, pun mengakui peran strategis masyarakat adat melalui Pokdarwis. "Pemerintah daerah berharap destinasi wisata dikelola masyarakat adat senantiasa memberikan pendapatan ekonomi keluarga," harap Onny. Dengan penetapan Biak Numfor dan Kota Jayapura sebagai prioritas program pembangunan pariwisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua pada 2026, peran Pokdarwis semakin vital.

Dr. Ani Suryani, seorang pakar sosiologi pariwisata dari Universitas Cenderawasih, menjelaskan bahwa Pokdarwis adalah ujung tombak pengembangan pariwisata berbasis komunitas. "Peran mereka tidak hanya sebatas menjaga kebersihan atau memandu wisatawan. Pokdarwis adalah fasilitator antara wisatawan dan budaya lokal, pelestari adat, pengelola sumber daya alam, dan yang terpenting, mereka adalah agen pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat di kampung," ujar Dr. Ani kepada Koran Jakarta. Ia menambahkan, Pokdarwis yang kuat mampu memastikan bahwa manfaat pariwisata benar-benar dirasakan langsung oleh warga lokal, bukan hanya segelintir investor besar.

Lebih lanjut, Bapak Robert Hutabarat, Koordinator Jaringan Masyarakat Adat untuk Lingkungan (JAMAL), menekankan pentingnya pelibatan Pokdarwis dalam pengambilan kebijakan. "Pokdarwis seharusnya tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam perumusan kebijakan pariwisata di tingkat lokal. Mereka adalah yang paling memahami potensi dan tantangan di lapangan," kata Robert. Ia menyoroti bahwa melalui Pokdarwis, masyarakat adat dapat menjaga kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan dari eksploitasi pariwisata yang tidak bertanggung jawab, sekaligus memastikan pariwisata tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai budaya mereka.

Dengan demikian, Pokdarwis lebih dari sekadar kelompok sadar wisata; mereka adalah jantung dari pariwisata berkelanjutan yang berbasis komunitas. Keberhasilan Biak Numfor sebagai destinasi wisata di masa depan akan sangat bergantung pada seberapa kuat dan berdayanya Pokdarwis di setiap kampung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Dandim 1702/Jayawijaya Mint...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.