Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
📅 Jumat, 13 Feb 2026, 21:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
JAKARTA - Deretan lampion merah mulai menghiasi trotoar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). Pejalan kaki yang melintas tampak memperlambat langkah, sebagian berhenti sejenak untuk mengabadikan suasana menjelang Jakarta Light Festival bertema Imlek.
Dekorasi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian festival yang akan digelar 13-17 Februari 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan instalasi cahaya, dekorasi bernuansa Tahun Baru Imlek, hingga pertunjukan seni budaya Tionghoa yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka.
Sejumlah warga mengaku sengaja datang lebih awal untuk melihat persiapan di Bundaran HI. Rani (28), warga Jakarta Selatan, mengatakan suasana kawasan tersebut terasa berbeda dibanding hari biasa.
“Biasanya lewat sini cuma buat kerja atau olahraga, sekarang lebih ramai dan berwarna. Jadi terasa lebih semarak menjelang Imlek,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Hal serupa disampaikan Kevin (34), karyawan swasta yang datang bersama keluarganya. Menurut dia, konsep festival di ruang terbuka membuat perayaan lebih mudah diakses.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bagus karena digelar di ruang publik, jadi semua orang bisa menikmati. Anak-anak juga senang lihat lampion dan instalasi cahaya,” katanya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, perayaan Imlek tahun ini dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat Jakarta yang beragam. Momentum tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif.
“Perayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Jakarta merupakan rumah bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan,” ujar Rano saat konferensi pers Perayaan Imlek 2026 di kawasan Bundaran HI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, Bundaran HI dipilih sebagai pusat kegiatan karena mudah diakses dan menjadi titik temu warga dari berbagai latar belakang. Dengan konsep terbuka, masyarakat dapat menikmati rangkaian acara tanpa pembatasan khusus.
“Bundaran HI akan menjadi pusat perayaan yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka. Kami ingin menghadirkan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik,” kata Rano.
Selain instalasi cahaya yang menjadi daya tarik utama, festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni budaya Tionghoa sebagai bagian dari perayaan. Selama lima hari pelaksanaan, kawasan Bundaran HI diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga yang ingin merasakan suasana Imlek di ruang kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!