Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia di Hari Kebebasan Pers: Antara Ideal Pers Bebas dan Realita Risiko Jurnalis

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 14:04 WIB | Oleh:
Indonesia di Hari Kebebasan Pers: Antara Ideal Pers Bebas dan Realita Risiko Jurnalis Doc: CPJ/yds
Ket. Film dokumenter "State of Silence" yang menggambarkan kerasnya risiko yang dihadapi jurnalis di Meksiko.

JAKARTA - Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia setiap tanggal 3 Mei menjadi momen refleksi mendalam bagi para jurnalis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di balik idealisme menyampaikan informasi kepada publik, tersembunyi risiko dan bahaya yang nyata mengintai para pencari berita, tak jauh berbeda dengan situasi yang dialami rekan-rekan mereka di negara-negara rawan seperti Meksiko.

Meski Indonesia tidak separah Meksiko yang mencatat 171 jurnalis terbunuh sejak tahun 2000, ancaman terhadap jurnalis tetap menjadi isu serius.

Berbagai bentuk intimidasi, kekerasan verbal, hingga kekerasan fisik dialami oleh jurnalis Indonesia saat menjalankan tugasnya, terutama ketika meliput isu-isu sensitif seperti korupsi, konflik agraria, atau kejahatan terorganisir.

Andreas Harsono, peneliti senior Human Rights Watch Indonesia, menyoroti bahwa impunitas pelaku kekerasan terhadap jurnalis masih menjadi masalah besar di Indonesia.

"Kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis seringkali tidak tuntas diusut, sehingga menciptakan iklim ketakutan dan mendorong self-censorship. Ini tentu saja merugikan kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jurnalis yang meliput di daerah rawan atau isu-isu yang melibatkan kepentingan kuat seringkali berada dalam posisi yang sangat berbahaya.

Sasmito Madrim, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, membenarkan bahwa risiko yang dihadapi jurnalis Indonesia nyata dan beragam.

"Ancaman bisa datang dari berbagai pihak, mulai dari aparat keamanan, kelompok kepentingan, hingga masyarakat yang tidak suka dengan pemberitaan tertentu. Kekerasan verbal di media sosial juga menjadi tantangan tersendiri yang dapat berdampak psikologis signifikan bagi jurnalis," katanya.

Ia mencontohkan bagaimana jurnalis yang meliput isu lingkungan atau sengketa lahan seringkali mendapat intimidasi atau bahkan ancaman fisik.

Film dokumenter "State of Silence" yang menggambarkan kerasnya risiko yang dihadapi jurnalis di Meksiko, menurut Sasmito, seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, akan pentingnya melindungi jurnalis.

"Kebebasan pers adalah pilar demokrasi. Jika jurnalis tidak aman dalam menjalankan tugasnya, maka hak publik untuk tahu juga terancam," tegasnya.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap jurnalis Indonesia agar mereka dapat menjalankan profesinya tanpa rasa takut dan intimidasi, demi terwujudnya pers yang bebas dan independen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Luar Negeri
Trump Kembali Berupaya Peca...
Nasional
Layanan Pasien BPJS Harus B...
Luar Negeri
Krisis Migran Picu Spanyol-...
Nasional
Pembangunan Berkelanjutan B...
Luar Negeri
Arab Saudi-Turki-Pakistan T...
Luar Negeri
Nagasaki Tak Inginkan Terja...

AS Kecam tindakan Tiongkok di LTS

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Kecam tindakan Tiongkok ...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.