Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Papua Barat Minta Pejabat Selesaikan LHKPN 2024

5 Rabu, 09 Apr 2025, 11:27 WIB | Oleh:
Gubernur Papua Barat Minta Pejabat Selesaikan LHKPN 2024 Gubernur Papua Barat Minta Pejabat Selesaikan LHKPN 2024 Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta pejabat eselon I, eselon II, dan pejabat fungsional segera menuntaskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta pejabat eselon I, eselon II, dan pejabat fungsional segera menuntaskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024.

Dia mengingatkan kewajiban untuk menyerahkan LHKPN mencerminkan sikap aparatur pemerintah yang memiliki integritas tinggi, transparan, dan berkomitmen dalam mencegah berbagai tindakan korupsi.

"Pejabat yang belum lapor harta kekayaan, segera ya. Aparatur negara wajib serahkan LHKPN, karena provinsi target 100 persen," kata Dominggus di Manokwari, Rabu.

Inspektur Daerah Papua Barat Korinus J Aibini menjelaskan, penyelesaian LHKPN 2024 sudah mencapai 84 persen atau 134 dari 159 aparatur penyelenggara negara di lingkup pemerintah provinsi.

Lokus LHKPN 2024 meliputi, gubernur, wakil gubernur, pejabat eselon I, pejabat eselon II, dan pejabat fungsional, sedangkan tahun-tahun sebelumnya menyasar hingga pejabat eselon III dan IV.

"Ada 25 orang belum lapor LHKPN dan 13 dari 25 orang itu sebenarnya sudah lapor tapi statusnya masih draft. 12 orang lainnya belum lapor," ucap Korinus.

Menurut dia 25 pejabat yang belum menuntaskan LHKPN 2024 antara lain, empat pejabat eselon II, delapan pejabat fungsional, empat pimpinan perangkat daerah, dan lainnya.

Gubernur Papua Barat telah menerbitkan instruksi nomor 800.1.11.10/297/GPB/2025 sebagai upaya mendorong percepatan penyelesaian kewajiban menyerahkan LHKPN.

"Kami dari Inspektorat sudah sering mengingatkan kepada pejabat yang wajib memberikan laporan harta kekayaan," ucap Korinus.

Dia menyebut setiap penyelenggara negara yang tidak mematuhi kewajiban untuk menyelesaikan LHKPN, maka diberikan sanksi penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Penundaan pembayaran TPP mengacu pada dua regulasi yaitu, Peraturan Gubernur Papua Barat Nomor 59 Tahun 2018, dan Peraturan Gubernur Papua Barat Nomor 19 Tahun 2021.

"Penundaan pembayaran TPP itu konsekuensi bagi pejabat yang tidak laporkan LHKPN," kata Korinus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Olahraga
Comeback Gila Bigetron! EVO...

Indikasi Perbuatan Makar

1 jam lalu | Ones

Nasional
Indikasi Perbuatan Makar
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.