Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aceh Berhasil Rehabilitasi 40.852 Hektare Persawahan Pascabencana, Sisa Kerusakan Terus Dipulihkan.

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 18:34 WIB | Oleh:
Aceh Berhasil Rehabilitasi 40.852 Hektare Persawahan Pascabencana, Sisa Kerusakan Terus Dipulihkan. Doc: Antara Foto
Ket. Pekerja menggunakan alat berat saat membersihkan dan merehabilitasi lahan pertanian yang sempat tertimbun lumpur bencana banjir di Desa Mideun Jok, Samalanga, Bireuen, Aceh.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mencatat capaian pemulihan persawahan berupa optimalisasi lahan atau rehabilitasi pascabencana di Aceh baik yang sudah selesai maupun sedang berjalan mencapai 40.852 hektare (ha) dari total kerusakan 57.485 ha.

"Saat ini yang sudah dan sedang berjalan optimalisasi lahan atau revitalisasi, rehabilitasi, baik yang rusak ringan maupun sedang sudah mencapai 40.852 hektare," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir di Banda Aceh, Jumat.

Nasir menjelaskan, kerusakan sawah akibat bencana di Aceh mencapai seluas 57.485 hektare, terbagi menjadi sawah yang rusak ringan 27.437 hektare, sedang 13.651 hektare, dan berat 16.270 hektare, serta sawah yang hilang sekitar 120 hektare.

Kemudian, lanjut Sekda, di sektor perkebunan, kerusakan mencapai 60.438 hektare. Proses pemulihan yang tengah berlangsung sekitar 40.418 hektare.

"Sejauh ini, perkembangan sawah yang paling bagus pelaksanaan revitalisasi, sebagian malah sudah mulai menanam perdana di Aceh Tamiang," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Sekda Aceh kembali menjelaskan terkait informasi yang berkembang saat Gubernur Aceh bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (4/8) lalu, yang mempertanyakan alasan kenapa Aceh belum merealisasikan dana bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada masyarakat terdampak bencana Aceh.

Terkait hal itu, M Nasir menjelaskan bahwa total anggaran seluruhnya Rp2,5 triliun digunakan untuk pemulihan sawah dan perkebunan terdampak bencana Aceh.

Tetapi, ia mengatakan anggaran tersebut tidak ditransfer kepada rekening Pemerintah Aceh, melainkan melalui Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Banda Aceh di bawah Kementerian Keuangan dengan pembagian porsi provinsi Rp9,7 miliar, sedangkan sisanya kabupaten/kota mengelola Rp505,3 miliar.

Kemudian, lanjut dia, sekitar Rp2 triliun, berada di satuan kerja (Satker) pusat dan balai di bawah Kementerian Pertanian, dialokasikan untuk pembelian alsintan, pembibitan pertanian, perkebunan seperti benih padi, jagung, kopi, kelapa, kakao dan karet.

"Bantuan Rp2 triliun tersebut diterima Provinsi Aceh dalam bentuk program. Artinya, kita hanya penerima manfaat. Pemerintah dan kabupaten/kota hanya menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Tidak dalam bentuk uang," katanya.

Nasir menegaskan, penjelasan ini disampaikan supaya tidak menjadi sesuatu yang negatif di masyarakat dalam menilai kinerja pemerintah Aceh yang seakan-akan kita tidak melaksanakan amanah.

Selain itu, pemerintah Aceh juga terus melakukan koordinasi dengan Satker Kementan terkait rehabilitasi atau revitalisasi sawah dan perkebunan yang rusak akibat dari bencana hidrometeorologi Aceh. 

"Kita berharap Satker-satker Kementan juga mengkomunikasikan kepada kita, supaya kita bisa menyelesaikan apa-apa yang menjadi halangan dan kendala di lapangan," kata M Nasir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Dugaan Adanya Mafia BBM yan...
Megapolitan
Cuaca Jakarta Diprakirakan ...
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.