Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BGN Hitung Ulang Anggaran MBG, Guru Besar IPB Tawarkan Menu Lokal Bergizi Rp7.000.

5 Jumat, 07 Agu 2026, 18:08 WIB | Oleh:
BGN Hitung Ulang Anggaran MBG, Guru Besar IPB Tawarkan Menu Lokal Bergizi Rp7.000. BGN Hitung Ulang Anggaran MBG, Guru Besar IPB Tawarkan Menu Lokal Bergizi Rp7.000. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau pasien diduga keracunan MBG di Puskesmas Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/8)

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 dari alokasi sebelumnya sebesar Rp268 triliun. Penyesuaian dilakukan bersamaan dengan pembenahan data penerima manfaat, tata kelola program, dan skema insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan penghitungan tersebut masih berjalan sehingga angka akhirnya belum dapat diumumkan.

“Kalau angka sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi yang jelas sudah tidak Rp268 triliun, sudah jauh berkurang,” kata Agustina.

Salah satu komponen yang dievaluasi adalah pemberian insentif SPPG sebesar Rp6 juta per hari dengan nominal yang sama. Menurut Agustina, skema tersebut belum mencerminkan perbedaan kapasitas layanan, jumlah penerima manfaat, dan beban operasional masing-masing SPPG.

“Ada yang cakupannya lebih besar, kok disamaratakan Rp6 juta? Kan enggak fair. Nah, itu skema-skema yang akan kami perbaiki,” ujarnya.

Dengan demikian, efisiensi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan anggaran, tetapi juga sebagai penataan belanja agar lebih proporsional, tepat sasaran, dan adil bagi setiap SPPG. Penyesuaian pada biaya operasional juga perlu dipisahkan dari anggaran bahan pangan agar tidak mengurangi kualitas gizi penerima manfaat.

Di tengah pembenahan tersebut, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S. menawarkan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai salah satu cara menjaga kualitas menu MBG dengan biaya terjangkau.

Menurut Prof. Hardinsyah, makanan bergizi tidak selalu membutuhkan bahan pangan mahal. Dengan komposisi dan pengadaan yang dikelola secara cermat, biaya bahan baku untuk satu porsi makanan anak sekolah dapat ditekan hingga sekitar Rp7.000.

“Kalau anak-anak itu 75 gram beras. Kalau harga beras Rp15.000 sekilo, 100 gram cuma Rp1.500. Kemudian kalau pakai telur, katakan Rp2.000 satu butir,” ungkap Prof. Hardinsyah.

Menu tersebut kemudian dilengkapi dengan sayuran, buah, dan sumber protein nabati seperti tahu atau tempe.

“Rp1.500 ditambah Rp2.000 itu Rp3.500. Sayur Rp500 jadi Rp4.000, kemudian buah. Tapi telurnya tidak cukup, perlu tambah tahu atau tempe untuk protein nabatinya,” jelasnya.

Satu potong tempe berukuran sekitar 40–50 gram diperkirakan berharga Rp1.500. Setelah ditambah buah, total kebutuhan bahan baku berada di kisaran Rp7.000 per porsi.

Namun, Prof. Hardinsyah mengingatkan bahwa angka tersebut baru mencakup bahan pangan. Pelaksanaan MBG tetap membutuhkan biaya untuk bumbu, minyak, tenaga kerja, peralatan, pengelolaan dapur, dan distribusi.

“Biaya yang mahal itu biasanya peralatan dan operasional tempatnya,” katanya.

Bahan Lokal Jadi Kunci Efisiensi

Prof. Hardinsyah menilai penggunaan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu kunci efisiensi MBG. Setiap daerah memiliki pilihan sumber protein, sayuran, dan buah-buahan yang dapat digunakan tanpa bergantung pada produk impor.

“Banyak sekali sayuran hijau di daerah. Tidak hanya bayam, kangkung, sawi, dan kol, tetapi banyak jenisnya, tergantung daerah,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Cristiano Ronaldo Umumkan P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.