Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Gunung Bromo Makin Meluas, 127 Hektare Hutan Ludes Dilalap Api

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 02:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Gunung Bromo Makin Meluas, 127 Hektare Hutan Ludes Dilalap Api Doc: AFP
Ket. Kebakaran bermula di sekitar kawasan Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Akibat insiden tersebut, pengelola menutup sementara kawasan wisata hingga waktu yang belum ditentukan.

Jakarta – Petugas berupaya mengendalikan kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sejak Senin (3/8). Hingga Jumat (7/8), kebakaran telah menghanguskan lebih dari 120 hektare lahan di tengah ancaman musim kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.

Kebakaran bermula di sekitar kawasan Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Akibat insiden tersebut, pengelola menutup sementara kawasan wisata hingga waktu yang belum ditentukan.

Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan dua helikopter water bombing guna menjinakkan kobaran api. Menurut pejabat pemadam kebakaran Bambang Setyo Antoko, hingga kini sedikitnya 127 hektare kawasan taman nasional telah terbakar. Luas area yang terdampak setara dengan sekitar 180 lapangan sepak bola.

"Kami sangat bergantung pada kondisi angin dalam proses pemadaman," kata Bambang.

Sementara itu, pejabat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan titik api berada di wilayah tebing yang curam sehingga menyulitkan petugas menjangkau lokasi secara langsung.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, Bambang mengatakan kondisi kawasan yang sangat kering akibat pengaruh El Nino mempercepat penyebaran api.

Gunung Bromo sebelumnya juga mengalami kebakaran pada 2023. Saat itu, api dipicu oleh penggunaan suar (flare) saat sesi foto pranikah dan menghanguskan lebih dari 500 hektare lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan bahwa musim kemarau 2026 diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan kekeringan di berbagai wilayah Indonesia.

Data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menunjukkan lebih dari 107.000 hektare lahan terbakar di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan luas kebakaran hutan pada 2023.

El Nino merupakan fenomena iklim alami yang memengaruhi pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai belahan dunia. Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, fenomena ini umumnya menyebabkan kondisi cuaca lebih kering sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.