Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perayaan 7 Syawal Pukana: Pemprov Maluku Bangun Kebersamaan dan Persatuan

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 17:53 WIB | Oleh:
Perayaan 7 Syawal Pukana: Pemprov Maluku Bangun Kebersamaan dan Persatuan Doc: Antara Foto
Ket. Melalui momentum tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya rasa memiliki satu sama lain tanpa melihat latar belakang suku, ras hingga agama.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menjadikan perayaan 7 Syawal Pukana di Negeri (Desa) Larike, Maluku Tengah, sebagai media pemersatu guna merawat kerukunan di daerah itu.

“Hendaknya kita memaknai 7 Syawal Pukana dalam konteks budaya negeri sebagai media pemersatu bangsa dengan bersama-sama mengembangkan budaya yang ada dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan,” kata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, di Maluku Tengah, Selasa.

Menurut dia, dengan melestarikan budaya termasuk salah satunya perayaan 7 Syawal Pukana ini dapat memancarkan kebersamaan dan solidaritas di antara masyarakat.

“Hal ini menjadi penting karena kita boleh membangun gedung, jembatan, infrastruktur, dan sebagainya, tetapi jika kita lalai merawat ikatan sosial, memperkuat hubungan silaturahim pela gandong, maka percuma gedung-gedung dan sarana prasarana, maupun infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah dengan menghabiskan begitu banyak anggaran, yang berasal dari uang rakyat,” ujarnya.

Perayaan 7 Syawal Pukana merupakan bentuk kegembiraan masyarakat Larike, Maluku Tengah, dalam menyambut tujuh hari setelah Idul Fitri.

Dalam acara rakyat tersebut masyarakat menampilkan berbagai tari-tarian hingga tabuhan rebana secara beramai-ramai.

Bahkan, salah satu suguhan yang paling dinantikan adalah atraksi seni pencak silat yang menampilkan gerakan-gerakan indah penuh budaya yang menghibur masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi ajang silaturahim bagi masyarakat setempat serta ajang promosi budaya dan wisata yang ada di Negeri Larike.

Melalui momentum tersebut, Gubernur Hendrik menekankan pentingnya rasa memiliki satu sama lain tanpa melihat latar belakang suku, ras hingga agama.

“Kalau ada perbedaan di antara kita, baik sifatnya personal, pribadi maupun individual jangan dibawa menjadi persoalan komunal atau kampung dan sebagainya, kita hidup di negara hukum, di mana perangkat hukum itu ada, sistem itu ada, aparatur itu ada, kalau ada perselisihan, kalau ada sengketa, kita harus percayakan hukum untuk menjalankan proses dan mekanismenya, karena ini negara hukum,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.