Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Selang Warna warni Bermuara di Sendang Wonosari, Mata Air Penopang Kehidupan Masyarakat.

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 11:58 WIB | Oleh:
Selang Warna warni Bermuara di Sendang Wonosari, Mata Air Penopang Kehidupan Masyarakat. Doc: Antara Foto
Ket. Seorang warga menyesap selang dari sumber mata air agar air mengalir menuju rumahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Sendang Wonosari, Dusun Kalidadap I, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di balik perbukitan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah tempat bernama Dusun Kalidadap I, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri. Sekilas, dusun itu tampak seperti kawasan perbukitan di ujung Bantul pada umumnya, dengan hamparan persawahan, pekarangan yang luas, dan pepohonan yang rindang.

Pemandangan berbeda yang unik segera terlihat ketika orang memasuki dusun tersebut. Ratusan selang plastik berwarna-warni terhampar mengikuti alur parit yang mengering. Selang-selang itu memanjang hingga ratusan meter. Sebagian bahkan tertimbun dedaunan kering yang berguguran diterpa musim kemarau.

Ratusan selang itu menghulu pada sebuah mata air yang besar bernama Sendang Wonosari. Selama puluhan tahun, sendang tersebut menjadi sumber kehidupan warga dengan memasok kebutuhan air bersih masyarakat di sekitarnya.

Keberadaan sendang itu semakin terasa keistimewaannya ketika musim kemarau panjang terjadi seperti beberapa bulan belakangan ini akibat gejala El Nino. 

Air dari Sendang Wonosari itu ditampung dalam sebuah bak semen seluas sekitar 5 x 5 meter.  Di bibir bak itu, ratusan ujung selang menggantung. Sebagian di antaranya ditindih batu kapur berukuran besar agar ujung selang tetap berada di dasar bak penampungan.

Selang-selang warna-warni itulah yang mengalirkan air menuju rumah warga.
 

Sumber kehidupan

Pagi itu, seorang laki-laki lanjut usia, Sagi (72), berjalan menyusuri bibir parit. Tatapannya awas mengamati tumpukan selang yang saling bertumpuk. Sesekali ia turun ke dasar parit untuk mengurai lilitan selang demi menemukan selang miliknya.

"Wo, iki selangku ketemu (Oh, ini selang saya sudah ketemu)," katanya kepada warga lain yang juga tengah mencari selangnya, di akhir Juli.

Setelah menemukan selangnya, Sagi segera melepas salah satu sambungan selang, lalu menyesap ujungnya beberapa kali. Tak lama kemudian, air jernih mulai mengalir. Gemericik air yang keluar dari selang disambut senyum puas di wajahnya, begitu pula warga lain yang melakukan hal serupa.

Dalam sehari, Sagi harus menyedot air dari selang dengan mulutnya, setidaknya hingga tiga kali sehari. Aliran air di selang akan berhenti apabila ujung selang yang berada di dasar mata air terangkat ke permukaan atau ketika permukaan air turun setelah dipakai untuk irigasi.

Setelah disedot, air kembali mengalir menuju rumah memanfaatkan perbedaan ketinggian antara sumber mata air dan permukiman warga.

"Jadi kami harus memastikan ujung selang tetap tercelup ke dalam air. Kalau terangkat atau air surut, kami harus menyedotnya lagi," kata Sagi.

Begitulah keseharian di sekitar Sendang Wonosari. Warga datang silih berganti untuk menyesap selang masing-masing agar air kembali mengalir menuju rumah. Selang-selang tersebut dipasang secara mandiri oleh setiap keluarga yang memanfaatkan sumber air itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Barcelona dan PSG Unjuk Ketajaman

37 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Barcelona dan PSG Unjuk Ket...

Perilaku Berintegritas Ciptakan Tata Kelola Sekolah Bersih

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perilaku Berintegritas Cipt...

Bayern Menggila, Arsenal dalam Ancaman

42 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Bayern Menggila, Arsenal da...
Olahraga
Herdman Incar 10 Diaspora P...
Megapolitan
Keberagaman Budaya Identita...
Megapolitan
Festival Cilung Ajang Pembe...
Megapolitan
Upaya-upaya Polisi Menekan ...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.