Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Bromo Makin Sulit Dijangkau, Pemerintah Siapkan Operasi Hujan Buatan

5 Kamis, 06 Agu 2026, 17:09 WIB | Oleh:
Kebakaran Bromo Makin Sulit Dijangkau, Pemerintah Siapkan Operasi Hujan Buatan Kebakaran Bromo Makin Sulit Dijangkau, Pemerintah Siapkan Operasi Hujan Buatan Doc: Istimewa
Ket. BNPB menilai operasi dari udara menjadi solusi paling efektif untuk menghambat penyebaran api ke kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), terutama di lokasi yang tidak dapat dijangkau petugas di darat.

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah yang lebih agresif untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda kawasan Gunung Bromo. Selain mengerahkan helikopter pemadam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan guna membantu menjinakkan kobaran api yang terus meluas.

Dikutip dari Antara, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan rekayasa cuaca akan menjadi bagian dari strategi terpadu penanganan karhutla, terutama untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dipadamkan melalui jalur darat.

"Selain operasi water bombing, BNPB juga menyiapkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan," ujarnya, Kamis (6/8).

Menurut Suharyanto, kombinasi hujan buatan dan pemadaman dari udara diharapkan mampu memperkuat kerja tim gabungan yang selama ini menghadapi medan ekstrem di kawasan Kaldera Bromo. Tebing curam dan akses yang terbatas membuat petugas kesulitan menjangkau sejumlah titik api yang terus membara.

Langkah tersebut didukung dengan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Status siaga berlaku selama 180 hari, mulai 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 5 Oktober 2026. Penetapan status tersebut menjadi dasar hukum bagi pemerintah pusat untuk mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk helikopter water bombing dan teknologi modifikasi cuaca.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. BNPB mengimbau seluruh pihak mematuhi penutupan sementara sejumlah kawasan wisata di TNBTS agar proses pemadaman dapat berlangsung aman dan maksimal.

Dengan dukungan hujan buatan, helikopter pemadam, serta operasi gabungan di darat, pemerintah berharap kebakaran di Gunung Bromo dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke area hutan yang lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Komposer 'Dragon Ball Z' Te...
Ekonomi
IHSG Hari ini Menguat Mengi...

Harga Cabai Rawit Rp125.000/Kg, Telur Ayam Rp29.500/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp125.000...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.