Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tempat yang Kaya dengan Keanekaragaman Hayati

📅 Rabu, 08 Jan 2025, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tempat yang Kaya dengan Keanekaragaman Hayati Doc: afp/Lillian SUWANRUMPHA

Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) yang dijuluki Amazon di Lautan (Amazon of The Sea) menjadi pusat dari keanekaragaman hayati. Kawasan ini memberikan nilai ekologis yang tak terhitung nilainya bagi kehidupan di Bumi.

1736262694_37719c8ffb7092cdd28f.jpg

Foto: afp/Lillian SUWANRUMPHA

Amazon meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste. Luasnya mencapai 5,7 juta kilometer persegi lautan (hanya 1,6 persen dari total luas planet ini), namun perannya begitu penting.

Segitiga Terumbu Karang merupakan rumah bagi 76 persen spesies karang yang dikenal di dunia dan lebih dari 3.000 spesies ikan 2.000 spesies diantaranya ikan karang. Jumlah ini menjadikannya lebih dari dua kali lipat jumlah yang ditemukan di tempat lain di dunia.

Laman Oceanographic menyebut, tempat tersebut merupakan rumah bagi 76 persen spesies karang yang dikenal di dunia dan lebih dari 3.000 spesies ikan. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat jumlah yang ditemukan di tempat lain di dunia.

Terumbu karang dan hutan bakau berperan sebagai tempat pembibitan bagi banyak spesies laut, yang memainkan peran penting dalam jaring makanan laut. Selain itu, ekosistem Segitiga Terumbu Karang menawarkan layanan biologis dan sosial ekonomi yang tak ternilai, mulai dari pengaturan iklim dan perlindungan badai hingga penyediaan mata pencaharian dan ketahanan pangan bagi jutaan orang.

1736262625_722f55cbda143f4150b2.jpg

Foto: afp/ GOH CHAI HIN

Raja Ampat, yang terletak di lepas pantai Papua Barat di Indonesia, dikenal sebagai ‘Permata Mahkota Segitiga Terumbu Karang.’ Lokasi ekowisata ini merupakan salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Bumi.

Diakui secara internasional atas keanekaragaman hayati lautnya yang tak tertandingi, Raja Ampat memiliki lebih dari 1.800 spesies ikan dan lebih dari 550 spesies karang. Sebuah situs yang dikenal sebagai Tanjung Kri memegang rekor dunia untuk spesies ikan terbanyak yang dihitung dalam satu kali penyelaman (374 spesies ikan yang berbeda didokumentasikan).

Dengan luas 70.000 kilometer persegi dan lebih dari 1.500 pulau dan terumbu karang yang menghidupi sekitar 775.000 orang, wilayah ini tidak kebal terhadap tantangan lingkungan, mulai dari perburuan liar hingga penangkapan ikan ilegal dan tidak diatur, yang semuanya mengancam lingkungan alam dan masyarakat yang bergantung padanya.

Keanekaragaman hayati kawasan ini tidak hanya menciptakan lokasi penyelaman yang menakjubkan, namun juga menstabilkan ekosistem dan menyediakan makanan dan mata pencaharian bagi jutaan orang.

1736262653_8af130084cfa8db2f0df.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Veda Ega Start  di Posisi K...
Daerah
Mahasiswa ITS Kembangkan Al...
Olahraga
Jojo Lolos ke Final Indones...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.