Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

P2G Tekankan Rekrutmen Guru PPPK hanya Solusi Jangka Pendek

📅 Senin, 02 Sep 2024, 03:03 WIB | Oleh:
P2G Tekankan Rekrutmen Guru  PPPK hanya Solusi Jangka Pendek Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Satriwan Salim.

Perekrutan guru PPPK dinilai hanya solusi jangka pendek. Pemerintah seharusnya tetap merekrut guru PNS jika ingin memastikan kesejahteraan guru.

JAKARTA - Koordinator Nasional Perhimpunan Guru dan Pendidikan (P2G), Satriwan Salim, menekankan rekrutmen guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanya solusi jangka pendek. Menurutnya, pemerintah harus tetap merekrut guru PNS jika memang ingin memastikan kesejahteraan guru.

"Ini yang sebenarnya menjadi persoalan adalah pemerintah pusat itu tidak lagi merekrut guru PNS sehingga yang ada adalah guru PPPK," ujar Satriwan, dalam INDONESIA LEADERS TALK : DESAIN PENDIDIKAN INDONESIA secara daring, di Jakarta, Minggu (1/9).

Dia menjelaskan, skema PPPK menjadi solusi jangka pendek karena adanya batas masa kontrak. Di sisi lain, saat ini kontrak yang diberikan di masing-masing daerah berbeda-beda.

"Sialnya di setiap daerah itu ada yang berbeda-beda ya memberikan kontrak kerjanya gitu ada yang dapat 5 tahun ada yang 4 tahun ada yang 1 tahun gitu," jelasnya.

Satriwan menilai, manajemen dan proses seleksi PPPK juga bermasalah. Dia mencontohkan, ada guru yang mengikuti seleksi PPPK, sejak tahun 2021 mereka sudah ikut tes dan dinyatakan lulus setelah memenuhi nilai passing grade.

"Tapi sampai hari ini mereka tidak kunjung mendapatkan penempatan. Jadi sudah 3 tahun nasibnya terkatung-katung gitu," ucapnya.

Satriwan menerangkan, melihat perbandingan ketersediaan guru dan jumlah murid, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan jumlah guru. Indonesia saat ini punya 3,3 juta guru, sedangkan jumlah murid sebanyak 50 sekian, sehingga satu guru mengajar 15 siswa.

Dia melanjutkan, persoalannya saat ini adalah distribusi guru. Menurutnya, guru terkonsentrasi mengajar di perkotaan.

"Kalau dilihat dari rasio guru dengan murid sebenarnya ideal gitu ya satu berbanding 15, tetapi persoalannya terkonsentrasi tadi guru mengajar di daerah tertentu gitu," tuturnya.

Sertifikasi Guru

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Purnamasidi, meminta pemerintah menyelesaikan persoalan 1,6 juta guru yang belum tersertifikasi. Menurutnya, pemerintah memiliki anggaran untuk sertifikasi yaitu anggaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang bisa digunakan.

"Kalau kita punya anggaran itu harusnya dilaksanakan, ada konsekuensi bahwa kita harus membayar dari sertifikasi itu bisa kita lakukan," terangnya.

Dia menjelaskan, hal ini merupakan hal penting guna meningkatkan kompetensi para guru. Terlebih, Kemendikbudristek juga telah menerbitkan Peraturan Mendikbud Nomor 12 Tahun 2024 yang berisi tentang penerapan Kurikulum Merdeka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
PPI Apresiasi Polda Metro J...
Daerah
Peringati Harhubnas 2026, G...
Daerah
Menjaga Hutan Bromo Perlu I...

Wisata Kawah Ijen Masih Tertutup Walau Api telah Padam

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Wisata Kawah Ijen Masih Ter...
Nasional
Perairan Indonesia Sudah Me...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.