Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IKN Gunakan Hidrogen Hijau untuk Tekan Emisi Karbon

📅 Rabu, 18 Okt 2023, 00:01 WIB | Oleh:
IKN Gunakan Hidrogen Hijau untuk Tekan Emisi Karbon Doc: SETNEG.GO.ID
Ket. ENIYA LISTIANI Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Konversi dan konservasi BRIN - Bappenas juga sudah menyebutkan energi transmisi kita sudah dipertimbangan mengadopsi energi hijau terbarukan termasuk di IKN sebesar 20 persen pada 2038.

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) berencana menggunakan hidrogen hijau sebesar 20 persen pada tahun 2038. Penggunaan hidrogen hijau di IKN merupakan salah satu upaya mencapai target nol emisi karbon (net zero emission/NZE) pada 2060.

"Bappenas juga sudah menyebutkan energi transmisi kita sudah dipertimbangan mengadopsi energi hijau terbarukan termasuk di IKN sebesar 20 persen pada 2038," kata peneliti ahli utama Pusat Riset Konversi dan konservasi BRIN, Eniya Listiani, dalam webinar: Clean Energy dalam Mendukung Program Rendah Karbon, di Jakarta, Selasa (17/10).

Seperti dikutip dari Antara, Eniya mengatakan dengan rencana tersebut maka nantinya energi yang digunakan di berbagai sektor di IKN menggunakan energi nonkarbon termasuk hidrogen.

"Ibaratnya gasnya kalau sekarang pakai natural gas itu semua diganti ke hidrogen, semua yang dibakar semua yang dipakai untuk gas juga diganti hidrogen," ujarnya.

Eniya menilai hidrogen hijau sangat penting diimplementasikan karena mampu menekan emisi karbon dari sektor industri.

Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan salah satu proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kalimantan Utara (PT Kayan) yang menggunakan energi hidro untuk menyuplai pasokan listrik ke IKN.

Lakukan Kajian

BRIN juga telah melakukan kajian terkait peta jalan strategi nasional terkait pemanfaatan hidrogren untuk jangka panjang hingga tahun 2060.

Peta jalan itu berisi penjelasan tentang arah hidrogen yang terbagi menjadi beberapa segmen, yaitu segmen pilot project, pengembangan introduksi ke pasar dan penetrasi pasar, serta efek kepada nilai tambah ekonomi.

Sebelumnya, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Silvia Halim, menargetkan proyek infrastruktur listrik dan telekomunikasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara selesai pada Juli 2024.

"Keseluruhan infrastruktur tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2024, untuk memastikan kelancaran pemindahan tahap awal Ibu Kota dari Jakarta ke IKN," ujar Silvia.

Silvia mengatakan proyek prasarana listrik dan gas dilakukan PT PLN dan PT Pertamina serta telekomunikasi seperti fiber optik dan jaringan 5G di KIPP IKN dalam proses oleh OIKN dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Hal ini juga meliputi penyediaan layanan angkutan umum massal berupa bus rapid transit, halte, park and ride, dan depo yang saat ini dalam proses.

Pembangunan IKN Nusantara merupakan upaya pemerintah untuk mengusung pembangunan ekonomi yang inklusif dan merata yang mengupayakan pertumbuhan ekonomi baru, sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.