Tindakan Kebaikan Kecil Kerap Terjadi dan Bersifat Universal
📅 Kamis, 27 Apr 2023, 06:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/Hector RETAMAL
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang di seluruh dunia memberi isyarat kepada orang lain untuk meminta bantuan setiap beberapa menit. Penelitian mengungkapkan bahwa orang lebih sering memenuhi permintaan bantuan kecil ini daripada menolaknya.
Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan dari UCLA, Australia, Ekuador, Jerman, Belanda, dan Inggris, menemukan bahwa orang-orang di seluruh dunia memberi isyarat kepada orang lain untuk meminta bantuan setiap beberapa menit. Penelitian, yang meneliti perilaku di kota dan daerah pedesaan di beberapa negara berbeda, mengungkapkan bahwa orang lebih sering memenuhi permintaan bantuan kecil ini daripada menolaknya.
Temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang dari semua budaya memiliki perilaku kooperatif yang lebih mirip daripada penelitian sebelumnya.
Sebuah penelitian terbaru oleh sosiolog UCLA, Giovanni Rossi, dan tim kolaborator internasional, menemukan bahwa orang terus-menerus mengandalkan satu sama lain untuk saling membantu.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Scientific Reports pada awal pekan ini, para penulis, yang juga termasuk para peneliti di universitas di Australia, Ekuador, Jerman, Belanda, dan Inggris, mengeksplorasi kapasitas manusia untuk bekerja sama. Mereka menemukan bahwa orang memberi sinyal perlunya bantuan, seperti meminta seseorang untuk memberikan perkakas kepada mereka, terjadi setiap beberapa menit sekali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dan penelitian mengungkapkan bahwa permintaan bantuan tersebut bukannya tidak mendapat respons. Di berbagai budaya, orang lebih sering memenuhi permintaan kecil ini daripada menolaknya. Pada kesempatan yang jarang terjadi ketika seseorang menolak, mereka menjelaskan alasannya.
Kecenderungan manusia untuk membantu orang lain saat dibutuhkan dan untuk menjelaskan kapan bantuan tersebut tidak dapat diberikan tersebut, melampaui perbedaan budaya serta menunjukkan bahwa jauh di lubuk hati orang-orang dari semua budaya memiliki perilaku kerja sama yang lebih mirip daripada penelitian sebelumnya.
Temuan terbaru ini membantu memecahkan teka-teki yang dihasilkan oleh penelitian antropologi dan ekonomi sebelumnya, yang menekankan variasi dalam aturan dan norma yang mengatur kerja sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya ketika pemburu paus di Lamalera, Indonesia, mengikuti aturan yang ditetapkan tentang cara berbagi tangkapan besar, pemburu Hadza di Tanzania lebih banyak berbagi makanan karena takut menimbulkan gosip negatif.
Di Kenya, penduduk Desa Orma yang lebih kaya diharapkan mau membantu untuk membayar barang publik seperti proyek jalan. Penduduk Desa Gnau yang kaya di Papua Nugini, sebaliknya, akan menolak tawaran semacam itu karena menimbulkan kewajiban yang canggung untuk membalas tetangga mereka yang lebih miskin.
"Perbedaan budaya seperti ini telah menciptakan teka-teki untuk memahami kerja sama dan saling membantu di antara manusia," kata Rossi, penulis pertama makalah tersebut. "Apakah keputusan kita tentang berbagi dan membantu dilatarbelakangi oleh budaya tempat kita tumbuh? Atau apakah manusia pada dasarnya murah hati dan suka memberi?" imbuh dia.
Libatkan Keputusan
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menganalisis lebih dari 40 jam rekaman video dari kehidupan sehari-hari yang melibatkan lebih dari 350 orang di lokasi yang beragam secara geografis, bahasa dan budaya seperti di kota-kota di Inggris, Italia, Polandia dan Russia, dan pedesaan di Ekuador, Ghana, Laos dan di suku Aborigin Australia.
Analisis berfokus pada urutan di mana satu orang mengirim sinyal untuk meminta bantuan, seperti meminta secara langsung dan orang lain mau meresponsnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!