Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Riset: Ekonomi Indonesia Termasuk Paling Rentan terhadap Perubahan Iklim

📅 Kamis, 29 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Hasil Riset: Ekonomi Indonesia Termasuk Paling Rentan terhadap Perubahan Iklim Doc: ANTARA/HENDRA NURDIYANSYAH
Ket. Dua aktivis dari Fossil Free Jogja melakukan aksi Global Climate Strike (GCS) dengan menggambar mural di Jembatan Kewek, Yogyakarta, Jumat (23/9).

JAKARTA - Sejumlah riset menunjukkan hasil konsisten bahwa ekonomi Indonesia termasuk yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Dampak perubahan iklim akan sangat dirasakan rumah tangga berpenghasilan rendah dan kelompok marjinal akan lebih banyak menjadi korban.

"Melalui publikasi itu, kami hendak menyampaikan Indonesia masih punya kesempatan untuk melakukan aksi iklim yang lebih ambisius sebelum dampak perubahan iklim makin buruk menimpa sektor-sektor strategis di Indonesia, seperti pangan, infrastruktur, ekonomi, dan tenaga kerja," kata Direktur Program Koaksi Indonesia, Verena Puspawardani, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (28/9).

Seperti dikutip dari Antara, Koaksi Indonesia bersama Yayasan Indonesia CERAH meluncurkan laporan sintesis dampak krisis iklim di seluruh sektor kunci di Indonesia yang bertujuan membangun kesadaran publik agar dapat memahami krisis iklim dan dampaknya dengan lebih mudah.

Pada 2021, tambah Verena, sebuah penelitian menyebutkan Indonesia di tahun 2050 bisa kehilangan 30-40 persen produk domestik bruto (PDB) jika berada di tingkat emisi sedang hingga tinggi. Padahal, Indonesia bisa hanya kehilangan PDB maksimum 4 persen jika mampu menjaga suhu jauh di bawah 2 derajat Celsius.

Menurut Verena, penelitian tersebut sejalan dengan temuan tahun 2015 yang mengungkapkan dalam skenario emisi tinggi, PDB Indonesia bisa merosot 31 persen pada pertengahan abad, dan terjun bebas hingga 78 persen pada akhir abad 2100.

Sangat Besar

Verena mengatakan ada lagi riset yang menyoroti dampak pemanasan global pada ekonomi Indonesia yang sangat besar, kecuali emisi dipangkas sesegera mungkin.

Menurutnya, Diffenbaugh dan Burke tahun 2019 menyebut PDB Indonesia per kapita mungkin sudah 15 persen lebih rendah ketimbang yang bisa tercapai tanpa pemanasan yang disebabkan ulah manusia sejak 1991.

Berdasarkan riset Kinose tahun 2020, panas ekstrem merupakan salah satu dampak krisis iklim yang sangat nyata di Indonesia. Hawa panas menurunkan hasil panen dan pangan di Indonesia.

Dalam skenario tinggi emisi -merujuk pada penelitian tersebut- Pulau Jawa dan wilayah utara Sumatra aman mengalami penurunan panen beras sampai 20-40 persen pada 2040. Penelitian lain tahun 2018 mengatakan kenaikan suhu berdampak langsung pada penurunan panen kakao di Indonesia.

Jika suhu mencapai 27-27,5 derajat Celsius, hasil panen bakal merosot 67 persen dan bahkan sering mencapai nol. Selain kakao, beras dan kopi juga akan terdampak dari kenaikan suhu dan penurunan curah hujan.

"Kompilasi data dan proyeksi dari berbagai laporan ini dapat menjadi basis bagi aksi iklim bersama oleh berbagai pihak, terutama pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, agar target-target pembangunan Indonesia menuju ekonomi hijau dapat tercapai," kata Manajer Riset dan Pengembangan Koaksi Indonesia, Azis Kurniawan.

Dampak krisis iklim juga dialami sektor infrastruktur. Hal itu tertuang dalam riset Stone tahun 2022 yang menunjukkan peningkatan hawa panas membuat permintaan pendingin udara lebih besar, artinya menambah beban pada jaringan listrik.

Gangguan pada jaringan listrik penyedia jasa pendinginan saat terjadi gelombang panas dapat menimbulkan korban jiwa. Sejumlah penelitian juga mengungkapkan panas ekstrem akan menurunkan fungsi pembangkit listrik tenaga termal sehingga mengganggu pasokan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.