Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNG Pasang Alat Deteksi di Laut Botubarani, Kondisi Perairan Mulai Dipantau Ketat

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNG Pasang Alat Deteksi di Laut Botubarani, Kondisi Perairan Mulai Dipantau Ketat Doc: ANTARA/HO-UNG
Ket. Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memasang alat deteksi kualitas air dan objek di kawasan Laut Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Minggu (27/9/2026).

GORONTALO – Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG), memasang alat deteksi kualitas air dan objek di kawasan Laut Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Peneliti UNG Dr Mohamad Hidayat Koniyo di Gorontalo, Minggu (27/9) mengatakan pemasangan alat tersebut sebagai bagian dari kegiatan riset yang didanai melalui skema RIIM BRIN-LPDP (multiyears), melibatkan mitra Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bone Bolango.

Pemasangan kedua perangkat tersebut, untuk menghasilkan data kondisi perairan secara berkelanjutan selama satu tahun.

Data yang dikumpulkan dalam bentuk time series diharapkan memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan laut, sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas wisata bahari di kawasan Botubarani, khususnya wisata interaksi dengan hiu paus.

Hidayat mengatakan salah satu manfaat utama riset, adalah membantu wisatawan maupun pengelola wisata dalam mengambil keputusan terkait aktivitas snorkeling dan diving bersama hiu paus.

Informasi mengenai kondisi kualitas air dan keberadaan objek di perairan, kata dia, dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum wisatawan melakukan aktivitas di laut.

Data yang dihasilkan perangkat tersebut, juga memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas.

Rekaman kondisi perairan selama satu tahun, dapat digunakan untuk mempelajari pola kemunculan hiu paus serta berbagai organisme laut lainnya.

Data tersebut juga diharapkan membantu mengidentifikasi pola kemunculan ubur-ubur, yang pada kondisi tertentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan karena menyebabkan rasa gatal pada kulit.

Kemunculan organisme laut, berkaitan dengan kondisi lingkungan perairan yang mendukung siklus hidupnya.

"Dengan tersedianya data kualitas air secara berkala, pola hubungan antara kondisi perairan dan kemunculan organisme tersebut dapat dipelajari lebih lanjut," katanya.

Menurutnya tidak hanya aspek biota laut, sistem deteksi ini juga berpotensi menghasilkan informasi mengenai aktivitas manusia di kawasan perairan Botubarani.

Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan atau tingkat kemunculan sampah plastik, material yang berasal dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisatawan, aktivitas pengunjung, serta kemunculan berbagai hewan laut lainnya.

Ia mengungkapkan teknologi deteksi objek memungkinkan berbagai objek dan aktivitas yang terlihat di perairan, untuk direkam dan diolah menjadi dataset.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

Kerugian Sangat Besar , Peluang Medali Emas dari Juara Olimpiane Musnah karena Rizki Juniansyah Dilarang Bertanding

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.