Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IPB Kembangkan Ayam Lokal, Inovasi Nutrisi Jadi Kunci Produktivitas

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
IPB Kembangkan Ayam Lokal, Inovasi Nutrisi Jadi Kunci Produktivitas Doc: ANTARA Foto/ Suriani Mappong
Ket. Ilustrasi - Pedagang ayam kampung di salah satu pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan.

BOGOR – Budi daya ayam lokal terus memiliki ruang untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pangan sumber protein dan permintaan terhadap produk unggas yang berkualitas.

Penguatan sektor ini tidak hanya bergantung pada bibit dan teknik pemeliharaan, tetapi juga pada inovasi nutrisi yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ayam.

Perpaduan antara potensi ayam lokal dan inovasi pakan menjadi salah satu kunci untuk mendorong usaha peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

IPB University memperkuat kemandirian ayam lokal melalui inovasi genetik, pakan, budi daya, biosekuriti hingga hilirisasi untuk mendukung performa ternak dan nilai tambah produk.

Dekan Fakultas Peternakan IPB University Prof Idat Galih, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/9), mengatakan pengembangan ayam lokal tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit berkualitas saja.

"Pakan sistem budi daya, dan biosekuriti juga harus berjalan secara terpadu agar potensi genetik ayam dapat menghasilkan performa maksimal. Ayam lokal juga memiliki karakteristik dan cita rasa yang berbeda, sehingga memiliki ruang pengembangan tersendiri," kata Prof Idat.

Hasil riset ayam lokal IPB-D1 yang dikembangkan IPB University bersama berbagai lembaga telah berada pada tahap yang dapat diimplementasikan.

"Tantangan berikutnya adalah mendorong penerimaan masyarakat dan pengembangannya dalam skala industri," katanya pula.

Beragam inovasi hasil riset Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University dihadirkan melalui booth IPB University pada Indonesia Livestock Dairy and Meat (ILDEX) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, (16-18/9).

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah ayam IPB-D1, yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ayam lokal melalui inovasi genetik, pakan, budi daya, biosekuriti, hingga hilirisasi dan komersialisasi.

Guru Besar Fapet IPB University Prof Sumiati menjelaskan bahwa pengembangan ayam IPB-D1 turut didukung inovasi di bidang nutrisi dan pakan. Timnya mengkaji kebutuhan nutrisi ayam untuk memaksimalkan potensi genetik, performa, serta produksi.

Selain mendukung performa ternak, inovasi pakan juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk ayam IPB. Prof Sumiati berharap ayam lokal dapat memiliki konsumen tersendiri sebagai sumber protein hewani, karena karakteristik tekstur dan rasanya yang berbeda dari ayam ras.

Prof Cece Sumantri selaku peneliti menyoroti potensi komersialisasi ayam IPB-D1, khususnya bagi masyarakat perdesaan. Ayam tersebut dinilai memiliki pertumbuhan yang baik, ketahanan terhadap penyakit endemik, serta kemampuan beradaptasi dengan pakan lokal.

“Ayam ini pertumbuhannya bagus, ketahanan terhadap penyakit endemik sangat baik, dan juga masih adaptasi dengan lingkungan pakan lokal,” ujar Prof Cece menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Daerah
Bantul Punya Strategi Baru ...
Megapolitan
Ada Insiden Truk Tabrak Sep...
Advertisement
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.