Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Rakyat Sampai Mati Kelaparan Bukan Mendadak Terjadi

31 Jumat, 05 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kuncinya, pemerintah harus merespons kasus kelaparan masyarakat agar tidak ada korban meninggal lagi. Selain dari sisi anggaran Pemerintah juga bisa memperkuat pengembangan pangan lokal sebagai alternatif memenuhi ketersedian pangan masyarakat misalnya sagu, sorgum, mocaf, dan lain sebagainya.

"Pemerintah perlu memastikan ketersedian lahan pertanian/kebun rakyat, misalnya dengan memberikan perlindungan tanah ulayat di Papua yang selama ini dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat," kata Badiul.

Diminta pada kesempatan berbeda, Pengamat Kebijakan Publik Narasi Institut, Achmad Nur Hidayat, mengatakan kekeringan di Distrik Kwiyawage, Lanny Jaya, Provinsi Papua adalah sebuah ironi. Sebagai negara berasas Pancasila, Pemerintah belum melaksanakan sila kelima yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keadilan sosial atau pemerataan kehidupan itu berada di tangan pemerintah. "Masa orang kaya disubsidi lewat bunga obligasi rekap sementara orang miskin dibiarkan mati.

Bereskan BLBI

Lihat penerima BLBI sekarang lebih kaya dibanding saat banknya kolaps dulu," katanya. Hal itu karena utangnya ditanggung rakyat sementara kekayaannya dibawa ke luar negeri.

"Masa piutang perampok BLBI tidak ditagih tapi rakyat dipajaki terus. Imbas kerusakannya ini sangat mengakar dan mendalam," katanya.

Kalau BLBI tidak dibereskan, maka akan menjadi momok pemerintahan Jokowi yang tersisa dua tahun lagi. "Satgas BLBI gimana, orang punya utang tidak ditagih tapi dibilang lunas. Jangan mengira rakyat mati kelaparan hanya berita sementara terus akan hilang. Ini peringatan bahwa ini kebusukan sistem yang tidak adil," katanya.

Selain obligasi rekap dan BLBI, ratusan triliun rupiah tiap tahun yang seharusnya bisa untuk membangun rakyat miskin, hanya digunakan untuk menutup perbankan. Mereka pesta pora untuk membiayai ratusan mal, harga properti jadi bubble dan kredit properti yang tidak produktif. Di sisi lain impor pangan terus berjalan sehingga mematikan sekror riil. "Ini masalah bertahun-tahun," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.