Rupiah Tertekan Sentimen Hawkish The Fed
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Senin (27/7), bergerak melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi 18.009 rupiah per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.963 rupiah per dollar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). “Potensi kenaikan tetap terbatas karena sentimen pasar masih terikat pada narasi The Fed yang cenderung hawkish,” ucapnya di Jakarta, Senin.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar sekarang melihat peluang sebesar 78 persen akan ada kenaikan suku bunga pada bulan September 2026. Adapun pada pertemuan 28-29 Juli 2026, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Sentimen lain berasal dari gangguan rantai pasok akibat perang AS dengan Iran dan Houthi Yaman dengan Arab Saudi yang membuat kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb yang melambat.
Dari dalam negeri, sentimen berasal dari mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti akan menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga gubernur definitif ditetapkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!