Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali Tanda Dehidrasi saat Cuaca Panas

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenali Tanda Dehidrasi saat Cuaca Panas Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja.
Ket. Arsip foto - Warga menghalau sinar matahari dengan pakaiannya saat beraktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Kemarau dengan suhu udara yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama ketika tubuh kehilangan cairan melalui keringat dalam jumlah lebih banyak.

Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal kekurangan cairan dapat mengganggu konsentrasi, menurunkan stamina, hingga memicu gangguan kesehatan jika berlangsung berkepanjangan.

Karena itu, menjaga kecukupan asupan cairan menjadi langkah penting selama musim kemarau, terlebih bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Jika kehilangan cairan tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, dapat terjadi dehidrasi. Kondisi ini dapat mengganggu sirkulasi, fungsi ginjal, konsentrasi, dan pengaturan suhu tubuh, bahkan meningkatkan risiko heat-related illness,” kata Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) di Jakarta, Rabu (16/9).

Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (Indonesian Nutrition Association/INA) itu menyampaikan sejumlah tanda kekurangan cairan yang sering tidak disadari, seperti haus, mulut kering, sakit kepala, mudah lelah, pusing, dan konsentrasi menurun.

“Pada lansia, perlu dicermati karena sensasi haus dapat berkurang sehingga dehidrasi dapat terjadi tanpa rasa haus yang nyata,” ujar Luciana.

Luciana mengatakan berbagai jenis minuman memang berkontribusi terhadap asupan cairan, namun kandungan di dalamnya dapat memberikan efek lain.

Menurut dia, mengonsumsi kopi berlebihan dan teh pada sebagian orang juga dapat meningkatkan produksi urine karena efek diuretik kafein, sehingga berpotensi meningkatkan kehilangan cairan dan risiko dehidrasi, terutama bila asupan cairan tidak mencukupi.

Kemudian, minuman manis menambah asupan gula dan kalori, jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan energi dan memengaruhi kadar gula darah.

“Minuman yang mengandung elektrolit dapat bermanfaat saat kehilangan cairan cukup banyak, tetapi perlu diperhatikan kandungan gula, natrium, dan elektrolitnya,” ujar dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Luciana menekankan mengonsumsi air putih tetap menjadi pilihan utama untuk hidrasi sehari-hari.

Dalam mencegah dehidrasi terutama saat musim kemarau, Luciana mengatakan warna urine dapat menjadi indikator praktis status hidrasi. Semakin pekat warna urine, semakin kemungkinan kekurangan cairan.

Ia juga menyarankan untuk minum secara teratur tanpa menunggu haus, terutama sebelum, selama, dan setelah aktivitas di luar ruangan.

“Bawa air minum, tingkatkan asupan saat banyak berkeringat, hindari aktivitas berat pada cuaca sangat panas, dan konsumsi buah serta sayuran yang banyak mengandung air,” tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Luar Negeri
Survei PBB Ungkapkan Risiko...
Advertisement
Kebakaran di Luar Area Bandara, Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dipastikan Tetap Normal

Kebakaran di Luar Area Bandara, Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dipastikan Tetap Normal

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.