Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tembus Rp170 Ribu Per Ikat! Ini Penyebab Mawar Rawa Belong Mendadak Langka dan Melejit Gila-gilaan

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 22:30 WIB | Oleh:
Tembus Rp170 Ribu Per Ikat! Ini Penyebab Mawar Rawa Belong Mendadak Langka dan Melejit Gila-gilaan Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Komoditas bunga mawar di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, Minggu (14/6).

JAKARTA - Harga komoditas bunga mawar di Pasar Bunga Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melonjak tajam hingga lebih dari dua kali lipat dalam dua pekan terakhir. 

Kelangkaan pasokan yang berbarengan dengan tingginya permintaan pasar saat musim kelulusan sekolah itu disebut menjadi pemicu utama meroketnya harga bunga.

​Salah seorang pedagang bunga di Pasar Rawa Belong, Dani (23), mengatakan bahwa kelangkaan saat ini terjadi pada hampir seluruh varietas mawar yang paling diburu konsumen. Keterbatasan stok di pasaran ini memaksa para pedagang di tingkat grosir maupun eceran melakukan penyesuaian harga secara signifikan.

​"Yang lagi langka sekarang mawar karena banyak pemakaian saja. Dari harga normal Rp50 ribu, sekarang bisa jadi Rp120 ribu per ikat di tingkat pedagang," ujar Dani saat ditemui di kiosnya, Indah Florist, Jakarta Barat, Minggu.

​Dani menambahkan, akibat lonjakan di tingkat modal tersebut, harga jual mawar eceran kepada konsumen akhir kini menembus angka Rp170 ribu per ikat, tergantung pada dinamika pasokan harian.

​Kendati harga melambung tinggi, Dani mengaku daya beli konsumen tidak sepenuhnya surut karena komoditas tersebut tengah menjadi kebutuhan mendesak bagi sebagian masyarakat.

​Senada dengan Dani, pedagang mawar lainnya, Gatot, mengungkapkan bahwa momentum kenaikan permintaan ini sangat dipengaruhi oleh tren musim kelulusan dan wisuda sekolah yang tengah berlangsung.

​Namun, Gatot memprediksi gejolak harga ini tidak akan berlangsung lama seiring dengan proyeksi pulihnya pasokan dari daerah penghasil.

​"Minggu depan kemungkinan, kalau saya prediksi harga bunga mawar akan kembali menurun karena stok sudah berangsur normal," kata Gatot.

​Lonjakan harga mawar di pasar hulu ini tak pelak memukul para pelaku usaha hilir, khususnya pengrajin buket dan bunga hias. Mereka harus memutar otak agar tidak kehilangan pelanggan di tengah melambungnya harga bahan baku.

​Nadia (23), seorang pengrajin bunga hias di kawasan Rawa Belong, mengakui kondisi dilematis ini. Kenaikan harga modal yang disertai kelangkaan barang membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam berbelanja.

​Untuk menyiasatinya, Nadia memilih strategi penyesuaian harga secara bertahap dan memangkas margin keuntungan demi menjaga loyalitas konsumen.

​"Kita naikin, tapi tipis-tipis saja. Untuk buket bunga ukuran standar yang sebelumnya dibanderol Rp150 ribu hingga Rp200 ribuan, sekarang paling dinaikin cuma sekitar Rp5.000 per rangkaian," jelas Nadia.

​Nadia menyebutkan bahwa dalam situasi seperti saat ini, keuntungan usaha florist sangat bergantung pada volume penjualan (quantity), bukan pada tingginya harga jual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.