Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pasar Digital Indonesia Kian Seksi dan Menjanjikan, Pengguna Internet Tembus 250 Juta Jiwa

26 Selasa, 15 Sep 2026, 05:43 WIB | Oleh:
Pasar Digital Indonesia Kian Seksi dan Menjanjikan, Pengguna Internet Tembus 250 Juta Jiwa Pasar Digital Indonesia Kian Seksi dan Menjanjikan, Pengguna Internet Tembus 250 Juta Jiwa Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah) bersama sejumlah pejabat melihat stand usai saat membuka Indonesia Apps Summit 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin.

TANGERANG, BANTEN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebutkan Indonesia memiliki pasar digital yang besar dengan lebih dari 250 juta pengguna internet atau sekitar 81,7 persen dari populasi sehingga perlu adanya penguatan industri aplikasi nasional untuk mempercepat transformasi ekonomi digital.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital, Boni Pudjianto, di Tangerang, Senin (14/9), mengatakan aplikasi saat ini tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, tetapi telah menjadi ruang berlangsungnya berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari transaksi, kreativitas, layanan publik, pembelajaran, hiburan, hingga kegiatan ekonomi sehari-hari.

Transformasi digital nasional, katanya, tidak dapat dibangun hanya melalui satu aplikasi atau teknologi, melainkan membutuhkan ekosistem digital yang kuat dan saling terhubung.

Dalam konteks tersebut, Komdigi mengacu pada Visi Indonesia Digital 2045 yang memiliki tiga pilar utama, yakni pemerintah digital yang modern dan responsif, ekonomi digital yang inovatif, serta masyarakat digital yang adaptif.

Maka itu, Komdigi menekankan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), blockchain, dan komputasi kuantum harus dapat diterjemahkan menjadi produk, layanan, dan solusi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha

Indonesia, lanjutnya, memiliki basis pasar digital yang sangat besar dengan lebih dari 250 juta pengguna internet atau sekitar 81,7 persen dari populasi.

“Ini bukan hanya angka konektivitas. Ini adalah basis pasar, basis kreativitas, sekaligus basis inovasi yang sangat besar. Penguatan industri aplikasi nasional harus dilihat sebagai bagian penting dari transformasi ekonomi nasional,” kata Boni dalam acara Indonesia Apps Summit 2026 di ICE BSD Tangerang.

Komdigi juga menyebut pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi digital Indonesia melampaui 130 miliar dollar AS pada 2026. Dengan skala tersebut, Indonesia dinilai memiliki potensi menjadi ekonomi digital terbesar di kawasan Asean.

Untuk mendorong industri aplikasi nasional, katanya, Komdigi menilai pengembangan ekosistem tidak boleh berhenti pada perusahaan aplikasi semata.

Pertumbuhan industri aplikasi juga diharapkan dapat membuka pasar bagi kreator, meningkatkan monetisasi kekayaan intelektual, menciptakan lapangan pekerjaan bernilai tambah tinggi, serta memperluas kesempatan usaha digital.

Komdigi menyebut setidaknya terdapat empat aspek yang perlu diperkuat, yakni talenta dan pengembang (developer), akses terhadap teknologi dan infrastruktur, akses pasar dan pembiayaan, serta tata kelola yang menjamin keamanan, kepercayaan, dan perlindungan kekayaan intelektual. “Tujuan akhirnya bukan membangun aplikasi semata-mata, tetapi memiliki kekuatan kemandirian aplikasi lokal,” ujarnya.

Selain itu, Komdigi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, serta mitra regional Asia Pasifik dalam mengembangkan ekosistem aplikasi nasional.

Apalagi pemerintah memiliki peran dalam penyusunan kebijakan, pembangunan infrastruktur publik, interoperabilitas, dan kepastian tata kelola industri. Sementara itu, industri diharapkan menghadirkan kasus penggunaan (use case), investasi teknologi, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar. Adapun akademisi berperan dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta.

Kerja sama dengan mitra regional Asia Pasifik juga dinilai penting untuk memperluas standar, jejaring investasi, dan akses pasar ekonomi digital.

Dalam konteks regional, Komdigi menilai perkembangan Asean menjadi peluang besar bagi pelaku industri aplikasi Indonesia.

“Komdigi menilai Asean telah menyelesaikan negosiasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) pada 2026, yang berpotensi mendorong ekonomi digital Asean hingga 2 triliun dollar AS pada 2030,” katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Kane, Mbappe, dan Yamal Ber...
Megapolitan
BPBD Bogor: 113 Rumah di Ci...

Mentan: Daya Beli Petani Lampung Naik

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Mentan: Daya Beli Petani La...
Daerah
Mentan Siapkan Bantuan Pomp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.