Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Juru Bicara Angkatan Darat Ternyata Jenderal Didikan Kopassus, Ini Profilnya

📅 Rabu, 14 Jul 2021, 14:41 WIB | Oleh:
Juru Bicara Angkatan Darat Ternyata Jenderal Didikan Kopassus, Ini Profilnya Doc: Istimewa
Ket. Brigjen Tatang Subarna.

JAKARTA - Saat ini ia tengah memanggul amanah yang cukup berat dan menantang, jadi juru bicara Angkatan Darat alias Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad). Dia tidak lain adalah Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Tatang Subarna.

Siapa Brigjen TNI Tatang Subarna, Kadispenad yang baru ini? Rupanya, dia bukan jenderal sembarangan. Jenderal bintang satu Angkatan Darat ini ternyata perwira didikan Kopassus. Besar di Korps Baret Merah.

Brigjen Tatang lahir di Sayang, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat pada 16 Juli 1969. Sejak 24 Maret 2021 ia dipercaya jadi Kadispenad menggantikan pendahulunya Brigjen Nefra Firdaus. Sejumlah jabatan pernah dipegangnya sejak lulus dari Akmil antara lain, sebagai Pama Pussenif pada tahun 1993, Danunit Grup 1/Kopassus pada tahun 1995 dan Dansubtim Grup 1/Kopassus pada tahun 1997.

Pada tahun 1999, Brigjen Tatang dipercaya jadi Dantim Grup 1/Kopassus. Lalu pada tahun 2007, ditugaskan jadiPabandya-1/Binpers Spersdam XVII/Cendrawasih. Setelah itu sekitar tahun 2009, ia didapuk jadi Komandan Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti yang berkedudukan di Papua.

Pada tahun 2011, Brigjen Tatang masih bertugas di Papua. Kali ini ia ditugaskan untuk memegang posisi sebagai Komandan Kodim 1705/Nabire. Lalu ditarik ke Mabesad pada tahun 2012 untuk mengisi posisiPabandya-2/Jabkat-2 Spaban III/Binkar Spersad.

Tahun 2014, Brigjen Tatang kembali ke Papua untuk mengemban amanah sebagai Aspers Kasdam XVII/Cenderawasih. Kemudian pada tahun 2018, ia diangkat Paban IV/Binwatpers Spersad dan Pamen Denma Mabesad pada tahun 2020. Dan pada tahun 2021 ini, jenderal bintang satu baret merah ini dipercaya jadiKadispenad.

Selain Akmil, Brigjen Tatang juga pernah mengikuti pendidikan Sesarcabif, Komando, Diklapa I,Diklapa II, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI, dan Lemhannas PPRA LXI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pos Polisi Lalu Lintas Marg...
Luar Negeri
Kota Wina Digugat soal Tari...
Luar Negeri
Krisis Air Makin Parah! War...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.