Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Dorong Penyelamatan Pangan demi Perkuat Ketahanan Nasional

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Bapanas Dorong Penyelamatan Pangan demi Perkuat Ketahanan Nasional Doc: Bapanas
Ket. Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Aulia Sofyan

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong penyelamatan pangan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut diperkuat melalui penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Penyelamatan Pangan. Saat ini, rancangan tersebut memasuki tahap harmonisasi di Kementerian Hukum.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Aulia Sofyan, mengatakan penyelamatan pangan tidak hanya mencegah makanan terbuang. Upaya tersebut juga mendukung sistem pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

“Menyelamatkan pangan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Aulia dalam peringatan International Day of Awareness of Food Loss and Waste (IDAFLW) 2026 di Jakarta, Selasa (29/9).

Pemerintah menargetkan pengurangan susut dan sisa pangan sebesar 3 hingga 5 persen setiap tahun dalam RPJMN 2025-2029. Sementara itu, peta jalan pengelolaan susut dan sisa pangan menargetkan pengelolaan mencapai 75 persen pada 2045.

Aulia mengatakan penyelamatan pangan membutuhkan kolaborasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah perlu melibatkan pelaku usaha, komunitas, akademisi, organisasi masyarakat, dan pemerintah daerah.

“Upaya penyelamatan pangan untuk mencegah dan mengurangi susut dan sisa pangan di Indonesia tidak mungkin dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Semua harus melibatkan stakeholder dan berbagai pihak,” ujar dia.

Kolaborasi tersebut telah dilakukan Bapanas bersama 20 mitra, terdiri atas sembilan asosiasi dan 11 bank pangan. Hingga 2026, sebanyak 17 gubernur serta 61 bupati dan wali kota telah menerbitkan instruksi atau surat edaran terkait penyelamatan pangan.

Bapanas juga menyusun RPerpres bersama 20 kementerian/lembaga dan para pakar. Regulasi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola serta memperjelas peran dan tanggung jawab setiap pemangku kepentingan.

Sementara itu, Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Jarot Indarto, mengatakan pengurangan susut dan sisa pangan menjadi bagian dari transformasi sistem pangan nasional. “Target penurunannya 3 hingga 5 persen per tahun bukan hanya target pemerintah, tetapi target kita semua,” kata Jarot.

Berbagai program penyelamatan pangan telah dijalankan sejak Gerakan Selamatkan Pangan pada 2022. Program tersebut dilanjutkan melalui dialog kebijakan, edukasi, dan kolaborasi dengan berbagai mitra.

Pada 2026, kampanye “Warga Jakarta Bijak Pangan” juga digelar bersamaan dengan studi mengenai perilaku masyarakat perkotaan. Hasilnya diharapkan menjadi dasar penyusunan langkah yang lebih tepat dalam mengurangi susut dan sisa pangan.

Melalui penguatan regulasi dan kolaborasi, pemerintah berupaya mengoptimalkan pangan yang masih dapat dimanfaatkan. Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.