Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hindari PHK Massal, Kadin DKI Minta Pemerintah Beri Stimulus Industri

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 13:33 WIB | Oleh:
Hindari PHK Massal, Kadin DKI Minta Pemerintah Beri Stimulus Industri Doc: ANTARA
Ket. Pekerja di industri alat kesehatan merakit produk di Depok, Jawa Barat, Senin (8/9/2025).

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta meminta pemerintah memberikan stimulus kepada industri yang terdampak gejolak global untuk mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

"Pemerintah diharapkan dapat memberikan stimulus untuk industri yang terdampak gejolak global (ekspor-impor) guna mencegah PHK massal," kata Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi saat dihubungi di Jakarta, Selasa, menanggapi Hari Buruh Internasional (May Day) yang diperingati setiap 1 Mei.

Menurut dia, di saat kondisi perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja, PHK menjadi ancaman yang membayangi. Di sinilah, perlu kolaborasi, baik pengusaha dengan pekerja maupun bersama pemerintah, sehingga tidak perlu ada pemaksaan kehendak yang berlebihan.

Diana mengakui keputusan menerapkan PHK menjadi tidak terhindarkan apabila pengusaha sudah merasa tidak bisa lagi melanjutkan usahanya. Kendati dia mengakui, pilihan tersebut sangat berat bagi pengusaha.

Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 8.389 tenaga kerja terkena PHK sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja yang di-PHK khusus di wilayah Jakarta mencapai 378 orang.

"Kadin DKI Jakarta tentu prihatin dengan terjadinya arus PHK pada triwulan I-2026 ini. Namun, hal tersebut menjadi tidak terhindari bilamana pengusaha sudah merasa tidak bisa lagi melanjutkan usahanya. Pilihan tersebut tentu sangat berat bagi pengusaha," ujar Diana.

Menurut dia, meningkatkan biaya produksi menjadi salah satu sebab, selain alasan menurunnya permintaan. Sebab lainnya yakni mahalnya bahan baku, energi, logistik, serta beban upah.

Hal tersebut terjadi pada sektor industri tekstil, di mana kenaikan bahan baku di awal 2026 menjadi ancaman terjadinya PHK massal.

"Lebih dari 40 persen pengusaha merasa kenaikan biaya produksi menjadi pemicu PHK. Jadi salah satu alasan dominan di samping penurunan permintaan," kata Diana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.