Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek 1 Juta Sambungan Jargas Baru Digenjot, ESDM Pacu Akses Gas Rumah Tangga

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek 1 Juta Sambungan Jargas Baru Digenjot, ESDM Pacu Akses Gas Rumah Tangga Doc: ANTARA/ M N Kanwa.
Ket. Ilustrasi-Petugas PT PGN melakukan pengecekan rutin stasiun pengaturan tekanan gas jaringan gas (jargas) pelanggan rumah tangga.

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan akan ada tambahan jaringan gas bumi (jargas) sebanyak 1 juta sambungan rumah tangga untuk mengurangi penggunaan LPG.

“Tahun ini, jargas yang sudah selesai kan 115 ribu (sambungan rumah tangga), itu kan juga salah satu konversi yang berjalan. Lalu, sebentar lagi akan ada juga jargas tambahan 1 juta,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman di Jakarta, Rabu (30/9).

Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi penggunaan LPG, yang nantinya akan berpengaruh terhadap mengurangi beban subsidi untuk LPG 3 kg, serta menekan angka impor LPG.

Selain melalui sambungan jargas, Laode juga menyampaikan pemerintah telah melakukan penataan basis data penerima subsidi selama dua tahun.

Basis data tersebut merupakan penyempurnaan dari data yang dimiliki oleh Pertamina dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Disempurnakan lagi nanti dengan data dari kepolisian terkait kendaraan. Nah, itu nanti kami lakukan penataan,” ucap Laode.

Oleh karena itu, lanjut dia, penetapan kuota volume solar bersubsidi dan LPG bersubsidi tidak berubah apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Tujuannya adalah mengoptimalkan penggunaan basis data yang sudah disempurnakan sehingga tidak terjadi penyaluran komoditas bersubsidi yang melebihi kuota subsidi.

“Penetapan volume solar subsidi dan LPG kan tetap sama dengan tahun lalu, agar penataan itu bisa bermanfaat untuk mengendalikan subsidinya,” kata Laode.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menargetkan pembangunan 1 juta jaringan gas (jargas) selesai pada 2028 untuk mendukung swasembada energi.

Pembangunan jargas rumah tangga tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Prioritas Nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.