Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Ceuta Memburuk, Ratusan Anak Migran Kelaparan dan Tidur di Jalanan Spanyol

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krisis Ceuta Memburuk, Ratusan Anak Migran Kelaparan dan Tidur di Jalanan Spanyol Doc: AFP
Ket. Para migran berenang mengitari pagar perbatasan Ceuta untuk memasuki wilayah Spanyol.

Ceuta, Spanyol – Ratusan anak di bawah umur tanpa pendamping terpaksa tidur di ruang terbuka di kawasan industri yang telah lama terbengkalai di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, setelah berenang menyeberang dari Maroko. Kondisi memprihatinkan itu disaksikan langsung AFP pada Sabtu (1/8).

Dengan mengenakan kaus lusuh dan sandal tipis, para remaja terlihat berkeliaran di bawah terik matahari di antara bangunan gudang kosong bercat merah dan kuning. Sejumlah dari mereka mengaku hampir tidak makan selama empat hari terakhir.

Mereka merupakan bagian dari puluhan ribu migran yang memasuki Ceuta dalam gelombang kedatangan terbesar sepanjang sejarah. Sebagian besar menyeberang dengan berenang mengitari pos perbatasan kecil yang menjorok ke Laut Mediterania. Lonjakan migran tersebut memicu krisis kemanusiaan sekaligus ketegangan diplomatik bagi Spanyol.

Sebagian besar migran telah dipulangkan ke Maroko. Namun, ratusan anak dan remaja tanpa pendamping masih bertahan di Ceuta dengan harapan dapat melanjutkan perjalanan menuju daratan utama Eropa.

"Maroko, tidak! Spanyol," teriak beberapa dari mereka ketika ditanya alasan mempertaruhkan nyawa menyeberangi laut.

Seorang remaja bahkan menggenggam lambang di kaus tim nasional sepak bola Spanyol yang dikenakannya sambil berteriak, "Hidup Spanyol!"

Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun mengaku datang seorang diri tanpa didampingi orang tua maupun kerabat yang lebih tua. Ia menunjukkan tumpukan sampah dan kardus bekas di atas lantai beton yang dijadikannya tempat tidur setiap malam.

Sesuai kode etik jurnalistiknya, AFP tidak mewawancarai secara mendalam maupun mengungkap identitas anak di bawah umur yang tidak didampingi.

Di dalam salah satu gudang yang dipenuhi bau menyengat akibat minimnya sanitasi, puluhan anak tampak berjalan di atas lantai yang tergenang air dan lumpur. Sebagian bergantian mandi menggunakan air dari satu selang yang tersedia.

Di luar gudang, beberapa lainnya tertidur di trotoar. Seorang remaja berusia 17 tahun menunjukkan tempat tidur darurat yang dibuat dari palet kayu dan batang besi tempat ia bersama teman-temannya bermalam.

Di lokasi tersebut tidak terlihat keberadaan polisi maupun aparat pemerintah. Hanya petugas keamanan swasta yang berjaga dan membatasi akses menuju salah satu gudang yang diduga menjadi tempat penampungan migran anak lainnya.

Sebuah papan informasi menunjukkan bangunan tersebut dikelola oleh Yayasan SAMU, organisasi kemanusiaan, bersama pemerintah daerah Ceuta. Namun, petugas di lokasi menolak memberikan keterangan kepada AFP.

Sementara itu, di kawasan lain Ceuta yang dikelilingi pagar perbatasan, tentara Spanyol terlihat mengawal ratusan migran lain, sebagian besar pria muda, menuju perbatasan untuk dipulangkan ke Maroko.

Berdasarkan Pasal 35 Undang-Undang Keimigrasian Spanyol Tahun 2000, setiap migran tanpa dokumen yang diduga masih di bawah umur wajib segera mendapat perlindungan dari layanan perlindungan anak. Selanjutnya, pengadilan akan menentukan apakah anak tersebut dapat dipulangkan ke negara asalnya dengan mempertimbangkan kondisi keluarganya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Status Bandara IKN  Bakal D...
Nasional
3 Juta Orang Terpapar Asap ...
Luar Negeri
Serangan Udara Militer Hant...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.