Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Pantai Diminta Memaksimalkan Potensi Rumput Laut guna Naikkan Ekonomi

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 12:24 WIB | Oleh:

UNDP mencatat sejumlah persoalan masih perlu ditangani dalam pengembangan industri rumput laut, mulai dari produktivitas, ketersediaan infrastruktur dan teknologi, keterampilan sumber daya manusia, hingga akses pasar dan pembiayaan.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan pengembangan ekonomi biru perlu menjaga keseimbangan antara penciptaan manfaat ekonomi dan perlindungan terhadap ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Bagi Indonesia, laut bukan hanya sumber peluang ekonomi, tetapi juga bagian penting dari identitas, ketahanan pangan, dan mata pencaharian jutaan orang,” kata Havas.

Menurut dia, pengalaman pengembangan rumput laut di Sidoarjo menunjukkan bahwa inovasi dan kemitraan dapat diterapkan secara nyata untuk menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari AIS Forum, forum negara kepulauan dan pulau yang diinisiasi Pemerintah Indonesia dengan dukungan UNDP untuk memperkuat kerja sama menghadapi berbagai tantangan kelautan, termasuk pengembangan ekonomi biru.

UNDP bersama Pemerintah Indonesia dan sejumlah mitra juga tengah mengembangkan usulan Indonesia Seaweed Investment Partnership (ISIP) untuk memperkuat koordinasi, memobilisasi investasi, mengembangkan inovasi, dan mempercepat pertumbuhan industri rumput laut yang berkelanjutan.

Melalui penguatan rantai nilai tersebut, pengembangan rumput laut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbesar manfaat ekonomi yang tinggal di dalam negeri serta menciptakan peluang pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Media Luar Negeri Ramai Ber...
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.