Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Sosok Fotografer Antara yang Hilang, Bagus Khoirunas dan Cerita di Balik Karya Foto yang Selalu Dirindukan

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 06:46 WIB | Oleh:

​Kehebatan Bagus dari balik bidikan lensa kameranya berbanding lurus dengan ketangguhannya di lapangan.

Audindra, seorang jurnalis yang telah bersahabat dengannya selama tiga tahun terakhir, mengenang Bagus sebagai sosok dengan mentalitas baja dan tak mau menunda pekerjaan.

Saat terjadi peristiwa besar seperti banjir atau bangunan sekolah roboh, Bagus langsung menancap gas sepeda motornya menuju lokasi kejadian. Tak jarang, karya fotonya sudah tayang di berbagai portal berita nasional maupun internasional, bahkan sebelum rekan-rekannya sempat menanyakan keberadaannya.

Dalam ingatan Audindra, ketangguhan Bagus teruji nyata saat meliput bencana banjir yang menggenangi Desa Songgom Jaya, Cikande, Serang, Banten. Bagus tidak sekadar berdiri aman di pinggir genangan. Demi mendapatkan sudut pengambilan gambar yang presisi dan sarat pesan humanis, ia tidak ragu menerjang bahaya dengan terjun langsung ke lokasi banjir.

​Dari peristiwa itu, profesionalisme Bagus menjadi jaminan bahwa tugas apa pun yang diembannya akan tuntas dengan kualitas berstandar tinggi.

"Orangnya berani gitukalo misalkan banjir pun dia nggak cuma di pinggiran tapi bener-bener nyemplung nyari spot yang bagus. Walaupun mungkin memang secara lokasi agak bahaya, ya orangnya berani, jadi karyanya bagus didukung sikap profesional tadi," kata Audindra

Namun, menurut Audindra, menggambarkan Bagus semata-mata sebagai pewarta foto yang andal rasanya belum cukup. Di luar aktivitas memegang kamera, pria yang dikenal berjiwa sosial tinggi dan supel bergaul lintas generasi ini memiliki kepribadian yang hangat serta serba bisa.

​Bagus juga sangat menguasai dunia otomotif. Ia kerap menjadi tempat berkonsultasi bagi rekan-rekannya mengenai seluk-beluk mesin, rekomendasi bengkel, hingga detail harga suku cadang kendaraan.

Selain itu, pria berusia 28 tahun yang belum genap setahun menyandang status sebagai kepala rumah tangga ini juga dikenal sangat ramah dan mampu menghidupkan suasana.

​Menurut Audindra, di sela-sela kepadatan jadwal peliputan, petikan gitar yang sering Bagus bagikan di media sosial serta kelakar khasnya di tempat nongkrong atau media center selalu ampuh mencairkan suasana. Karakter yang ramah, asyik, dan jauh dari konflik membuat sosoknya sangat dicintai di lingkungan pergaulan jurnalis Banten.

​"Orangnya suka ngelucu, tapi kadang sering berkelakar gaya bapak-bapak. Garing sih, mungkin karena udah mau 30 kali ya. Tapi asyik dia orangnya, enggak menyebalkan. Saya enggak pernah ngeliat dia musuhan sama siapa-siapa, orangnya enggak problematis," kata Audindra.

"Bagus, kamu pulang ya, udah terlalu lama mainnya. Kita jalan-jalan lagi, kita ke Seribu lagi, kita bancakan lagi ya, Pulang Gus, pulanglah," ungkap Audindra, berharap Bagus mendengarkan pesannya itu.

Kini, etos kerja, keberanian, dan dedikasi tinggi pewarta foto berprestasi tersebut tengah diuji di tengah lautan. Pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB, Bagus bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. Bersama rombongan, ia mengemban tugas mulia memotret dinamika peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat itu menunjukkan lonjakan erupsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.