Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Sosok Fotografer Antara yang Hilang, Bagus Khoirunas dan Cerita di Balik Karya Foto yang Selalu Dirindukan

8 Jumat, 18 Sep 2026, 06:46 WIB | Oleh:

Saat terjadi peristiwa besar seperti banjir atau bangunan sekolah roboh, Bagus langsung menancap gas sepeda motornya menuju lokasi kejadian. Tak jarang, karya fotonya sudah tayang di berbagai portal berita nasional maupun internasional, bahkan sebelum rekan-rekannya sempat menanyakan keberadaannya.

Dalam ingatan Audindra, ketangguhan Bagus teruji nyata saat meliput bencana banjir yang menggenangi Desa Songgom Jaya, Cikande, Serang, Banten. Bagus tidak sekadar berdiri aman di pinggir genangan. Demi mendapatkan sudut pengambilan gambar yang presisi dan sarat pesan humanis, ia tidak ragu menerjang bahaya dengan terjun langsung ke lokasi banjir.

​Dari peristiwa itu, profesionalisme Bagus menjadi jaminan bahwa tugas apa pun yang diembannya akan tuntas dengan kualitas berstandar tinggi.

"Orangnya berani gitu, kalo misalkan banjir pun dia nggak cuma di pinggiran tapi bener-bener nyemplung nyari spot yang bagus. Walaupun mungkin memang secara lokasi agak bahaya, ya orangnya berani, jadi karyanya bagus didukung sikap profesional tadi," kata Audindra

Namun, menurut Audindra, menggambarkan Bagus semata-mata sebagai pewarta foto yang andal rasanya belum cukup. Di luar aktivitas memegang kamera, pria yang dikenal berjiwa sosial tinggi dan supel bergaul lintas generasi ini memiliki kepribadian yang hangat serta serba bisa.

​Bagus juga sangat menguasai dunia otomotif. Ia kerap menjadi tempat berkonsultasi bagi rekan-rekannya mengenai seluk-beluk mesin, rekomendasi bengkel, hingga detail harga suku cadang kendaraan.

Selain itu, pria berusia 28 tahun yang belum genap setahun menyandang status sebagai kepala rumah tangga ini juga dikenal sangat ramah dan mampu menghidupkan suasana.

​Menurut Audindra, di sela-sela kepadatan jadwal peliputan, petikan gitar yang sering Bagus bagikan di media sosial serta kelakar khasnya di tempat nongkrong atau media center selalu ampuh mencairkan suasana. Karakter yang ramah, asyik, dan jauh dari konflik membuat sosoknya sangat dicintai di lingkungan pergaulan jurnalis Banten.

​"Orangnya suka ngelucu, tapi kadang sering berkelakar gaya bapak-bapak. Garing sih, mungkin karena udah mau 30 kali ya. Tapi asyik dia orangnya, enggak menyebalkan. Saya enggak pernah ngeliat dia musuhan sama siapa-siapa, orangnya enggak problematis," kata Audindra.

"Bagus, kamu pulang ya, udah terlalu lama mainnya. Kita jalan-jalan lagi, kita ke Seribu lagi, kita bancakan lagi ya, Pulang Gus, pulanglah," ungkap Audindra, berharap Bagus mendengarkan pesannya itu.

Kini, etos kerja, keberanian, dan dedikasi tinggi pewarta foto berprestasi tersebut tengah diuji di tengah lautan. Pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB, Bagus bertolak dari Dermaga Pagedongan, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten. Bersama rombongan, ia mengemban tugas mulia memotret dinamika peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat itu menunjukkan lonjakan erupsi.

Rombongan tersebut terdiri dari delapan orang. Selain Bagus, terdapat empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni, Yudhistira dari iNews, dan Firdaus dari Anadolu. Tiga orang sisanya adalah Sukarman dan Warta sebagai kru kapal, serta Heriyanto selaku pemandu. Mereka berlayar bersama menggunakan kapal cepat KM Arupadhatu I.  

Namun, misi peliputan tersebut berubah menjadi operasi pencarian oleh Basarnas setelah kapal yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak. Posisi terakhir kapal tercatat berada pada koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T, yaitu di antara Pulau Rakata dan Pulau Sertung.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) secara masif pun langsung dikerahkan. Tidak tanggung-tanggung, operasi digelar selama 10 hari penuh oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, hingga nelayan setempat.  

Berbagai armada laut termasuk kapal tempur, helikopter, hingga teknologi penyisiran udara menggunakan drone dikerahkan untuk mengitari titik-titik koordinat SARMAP. Luas area pencarian mencapai 8.509 mil laut (nautical mile/NM) persegi, meliputi perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (Banten dan Lampung) hingga perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Peluang Besar bagi Bezzecch...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.