Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1.360 RW Surabaya Ikut Lomba Kampung Pancasila 2026

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
1.360 RW Surabaya Ikut Lomba Kampung Pancasila 2026 Doc: Antara
Ket. Pembukaan lomba Kampung Pancasila di Kota Surabaya, Kamis (17/9).

Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya membuka lomba Kampung Pancasila 2026 yang melibatkan sebanyak 1.360 rukun warga (RW) dalam rangka mengembalikan semangat gotong royong.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan lomba Kampung Pancasila digelar bukan sekadar kompetisi antarwilayah, melainkan upaya mendasar untuk mengembalikan dasar gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Pancasila merupakan sejarah panjang bangsa Indonesia," katanya di sela pembukaan kegiatan di Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9) malam.

Dalam kesempatan itu dirinya menceritakan kilas balik sejarah saat Presiden Soekarno bertemu Presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito pada 1961.

"Kala itu, Bung Karno meyakini Indonesia tidak akan pernah terpecah belah meski ditinggalkan para pemimpinnya, sebab bangsa ini diikat oleh Pancasila," katanya.

Ia mengatakan, Surabaya bisa maju bukan karena wali kota melainkan karena warga, ketua RT, RW, dan LPMK yang menopangnya dengan nilai gotong royong.

"Jika hari ini masih ada warga miskin atau tidak mampu yang terlewat dari bantuan, itu tanda gotong royong kita yang perlu dibenahi," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini, menjelaskan bahwa Lomba Kampung Pancasila 2026 mencakup empat indikator utama penilaian, yaitu penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha warga lokal, pemeliharaan toleransi, keharmonisan antarwarga, dan peningkatan jiwa kepedulian, serta pengelolaan sampah mandiri, penghijauan, hingga penataan kawasan yang bersih dan sehat.

“Indikator lainnya yang menjadi penilaian adalah keaktifan warga dan pengurus kampung dalam menyelesaikan persoalan wilayah secara bersama,” katanya.

Ia mengatakan, Pemkot Surabaya juga menerjunkan perangkat daerah (PD) atau dinas sebagai pengampu di tiap-tiap wilayah.

"Perangkat daerah tidak hanya bertugas memberi perintah, tetapi wajib memberikan contoh dan pendampingan lapangan secara langsung," kata dia.

Ia mengatakan, jika perangkat daerah atau dinas dinilai gagal membina wilayah pengampuannya akan diberi sanksi tegas berupa bendera hitam.

“Mari kita bergerak bersama, pastikan zakat, infak, maupun bantuan sosial berputar dahulu untuk mengentaskan kemiskinan di kampung sendiri sebelum keluar. Dengan gotong royong, kita wujudkan Surabaya yang sejahtera dan berkeadilan," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya Kampung Pancasila maka pendataan penerima bantuan sosial di Kota Surabaya tidak lagi bergantung pada sistem desil administrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.