Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Iklim Jadi Ancaman Serius, Pakar Jepang Bahas Faktanya di Unhas

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 07:08 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Jadi Ancaman Serius, Pakar Jepang Bahas Faktanya di Unhas Doc: Antara foto
Ket. Kuliah tamu yang melibatkan pakar asal Jepang membahas krisis iklim di Kampus Unhas.

MAKASSAR - Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, menghadirkan Prof Dr Eng Akira Tai dari Fukuoka Institute of Technology, Jepang yang membahas perubahan iklim untuk memperkuat wawasan global sivitas akademika.

Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Prof Sukri Palutturi di Makassar, Kamis menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan multidimensional yang membutuhkan perhatian serius dari perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim," ujarnya usai kuliah tamu bertema “Climate Change and Increasing Flood Risks: Challenges and Adaptation" di Kampus Unhas, Makassar.

Menurut Prof Sukri, kuliah tamu internasional ini menjadi bagian dari komitmen Sekolah Pascasarjana Unhas untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan persoalan global sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

Pasalnya, dampak perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan, keselamatan, ketahanan infrastruktur, perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap muncul gagasan dan kolaborasi baru untuk mengembangkan pendekatan adaptasi yang kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Prof Sukri.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan peserta dari berbagai bidang keilmuan yang memiliki perhatian terhadap perubahan iklim, kebencanaan, pembangunan wilayah, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof Akira Tai menjelaskan hubungan antara perubahan iklim, peningkatan intensitas kejadian cuaca ekstrem, dan risiko banjir.

Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu global, perkembangan kawasan perkotaan, serta perubahan penggunaan lahan menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan kerentanan suatu wilayah terhadap bencana hidrometeorologi.

Prof Akira Tai turut membagikan perspektif dan pengalaman Jepang dalam menghadapi risiko banjir. Menurutnya, penanganan banjir tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan dukungan data ilmiah, pemodelan risiko, sistem peringatan dini, perencanaan tata ruang, kesiapsiagaan masyarakat, dan tata kelola yang terintegrasi.

Dijelaskan, pendekatan adaptasi perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah karena setiap daerah memiliki kondisi geografis, sosial, lingkungan, dan kapasitas kelembagaan yang berbeda.

Oleh sebab itu, hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan nyata yang mampu mengurangi risiko sekaligus melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan.

Materi yang disampaikan memiliki relevansi penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang menghadapi berbagai ancaman akibat perubahan iklim.

Peningkatan curah hujan ekstrem, banjir perkotaan, banjir pesisir, abrasi, dan kenaikan muka air laut menuntut penguatan perencanaan wilayah serta pembangunan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap iklim.

Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin mendorong peningkatan literasi perubahan iklim serta pengembangan riset kolaboratif antara Indonesia dan Jepang.

Kolaborasi akademik tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, dan rekomendasi kebijakan yang bermanfaat dalam membangun wilayah yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Jumat Mau Perpanjang SIM? C...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.