Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencarian Dihentikan, Gubernur Banten Pastikan Terus Dampingi Keluarga Jurnalis dan ABK

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 11:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pencarian Dihentikan, Gubernur Banten Pastikan Terus Dampingi Keluarga Jurnalis dan ABK Doc: Antara
Ket. Bingkai foto dan bunga di meja saat doa bersama untuk jurnalis dan ABK yang hilang di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Kamis (17/9)

TANGERANG - Gubernur Banten Andra Soni memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan terus mendampingi dan menjaga komunikasi dengan keluarga delapan korban hilangnya Kapal Arupadhatu I di Selat Sunda.

"Pendampingan kami pastikan tetap berlanjut meskipun operasi pencarian aktif oleh Tim SAR Gabungan nantinya dihentikan," kata ​dia di Pandeglang, Jumat.

Ia mengungkapkan dari delapan orang yang berada di dalam kapal tersebut, enam di antaranya warga Banten. Hal ini dibuktikan melalui identitas kartu tanda penduduk (KTP).

​“Tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga, karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan dan kepastian informasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan Pemprov Banten memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan selama proses penanganan dan pemantauan berlangsung. Langkah ini menjadi wujud komitmen kemanusiaan pemerintah terhadap keluarga para korban.

​Ia menyatakan memahami bahwa pihak keluarga masih menaruh harapan besar agar kedelapan orang yang hingga kini belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaan mereka. Oleh karena itu, komunikasi menjadi bagian yang penting dalam pendampingan.

​“Kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan dan saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan. Kami akan terus membuka komunikasi untuk berkoordinasi dan menyampaikan setiap perkembangan dari berbagai pihak agar keluarga tidak kehilangan akses informasi,” kata dia.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda secara resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Penutupan operasi SAR gabungan tersebut diumumkan secara resmi oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9) petang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Pariwisata Indonesia Catat ...

KKP dan Kemenkeu Perkuat Tata Kelola PNBP Perikanan Tangkap

37 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP dan Kemenkeu Perkuat Ta...
Ekonomi
IHSG Dibuka Menguat 0,13 Pe...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.