Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Suahasil Laporkan APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Suahasil Laporkan APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Agustus 2026 Doc: ANTARA
Ket. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan data realisasi APBN per 31 Agustus 2026 dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (18/9/2026).

JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit sebesar Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Agustus 2026.

“Hingga akhir Agustus, kinerja APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif, defisit dalam batasan yang terkendali. Ini artinya, memang perjalanan APBN relatif on-track,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2026 di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (18/9).

Secara rinci, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Nilai realisasi itu mengalami pertumbuhan sebesar 25,4 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.639,0 triliun.

Penerimaan yang berasal dari perpajakan mencapai Rp1.619,3 triliun, setara 60,1 persen terhadap APBN dan tumbuh 21,7 persen (yoy).

Nilai itu terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.409 triliun atau 59,8 persen APBN dengan pertumbuhan 24,1 persen (yoy), serta kepabeanan dan cukai Rp210,2 triliun atau 62,6 persen APBN dan tumbuh 7,8 persen (yoy).

Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp435,1 triliun atau 94,8 persen APBN dan tumbuh 41,7 persen (yoy).

Di sisi lain, belanja negara mencatatkan realisasi senilai Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari pagu Rp3.842,7 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 17,1 persen (yoy) dari realisasi tahun lalu sebesar Rp1.960,3 triliun.

Belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp1.791,5 triliun atau 56,9 persen dari pagu dan mengalami pertumbuhan 29 persen (yoy).

Rinciannya, belanja kementerian/lembaga (K/L) terealisasi sebesar Rp912,4 triliun atau 60,4 persen dari pagu dan tumbuh 33 persen (yoy); serta belanja non-K/L sebesar Rp879,1 triliun atau 53,6 persen pagu dan tumbuh 25,1 persen (yoy).

Sedangkan realisasi transfer ke daerah (TKD) tercatat senilai Rp504,3 triliun atau 72,8 persen. Berbeda dengan komponen lain yang mengalami pertumbuhan, TKD terkoreksi sebesar 11,8 persen (yoy).

Dengan kinerja itu, keseimbangan primer mencetak surplus senilai Rp154 triliun. Keseimbangan primer yang surplus mencerminkan kondisi fiskal dapat dikatakan masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja dan utang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.