Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Izinkan Delegasi Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Izinkan Delegasi Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York Doc: AP
Ket. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, kiri, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres berjabat tangan di markas besar PBB di New York, Senin, 23 September 2024.

WASHINGTON - Amerika Serikat mengizinkan delegasi Iran menghadiri Sidang Umum PBB di New York pekan depan, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Kamis (17/9), meskipun perang telah memasuki bulan ketujuh.

Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengkonfirmasi bahwa delegasi tersebut akan mencakup Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB," kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

Namun, pejabat tersebut mengatakan, delegasi akan lebih kecil daripada tahun lalu. Mereka juga akan menghadapi pembatasan perjalanan dan larangan pembelian barang mewah dan produk lainnya.

Serangan AS dan Israel yang menargetkan Iran sejak akhir Februari memicu perang yang telah menyebar ke seluruh Timur Tengah.

Teheran membalas dengan memblokade Selat Hormuz, jalur air utama untuk transit energi, yang menyebabkan harga minyak global melonjak.

Terjadi peningkatan pertempuran baru antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir, sementara pengiriman tetap dibatasi di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab di lepas pantai Yaman, tempat kelompok Houthi telah menguasai wilayah tersebut.

Namun, langkah AS ini terjadi setelah Washington menolak visa masuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk Sidang Umum PBB, sebuah sumber mengkonfirmasi pada hari Rabu, menandai tahun kedua berturut-turut Amerika Serikat melakukan hal tersebut.

Langkah yang diambil pemerintahan Presiden AS Donald Trump tahun lalu memaksa pemimpin Palestina tersebut, yang merupakan peserta tetap di Sidang Umum PBB, untuk berpidato di hadapan para pemimpin global melalui video.

Dalam sebuah pernyataan yang tidak menyebut nama Abbas, Departemen Luar Negeri mengatakan akan menolak visa kepada anggota Organisasi Pembebasan Palestina dan pejabat Otoritas Palestina.

Hal ini disebabkan oleh "kegagalan mereka melakukan reformasi, bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat, dan aktivitas mereka yang terus-menerus merusak prospek perdamaian", kata pernyataan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 18 Se...
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.