Timbun Minyak, Tiongkok Kini Berpotensi Dominasi Lanskap Energi Global
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 05:12 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBEIJING - Tiongkok disebut telah mengubah kerentanan terhadap ketergantungan minyak impor menjadi sumber kekuatan baru dalam lanskap energi global. Penimbunan minyak dalam jumlah besar, kapasitas kilang yang terus berkembang, serta investasi pada sumber energi alternatif membuat posisi Beijing semakin kuat menghadapi gangguan pasokan minyak dunia.
Laporan The New York Times yang terbit Kamis (17/9), menyebut, perang dengan Iran menjadi salah satu ujian yang memperlihatkan perubahan tersebut. Tiongkok, yang merupakan importir minyak terbesar dunia, mampu memangkas pembelian minyaknya hingga 23 persen pada enam bulan pertama perang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, Tiongkok memiliki persediaan minyak yang sangat besar. Data terbaru U.S. Energy Information Administration (EIA) memperkirakan Tiongkok memiliki hampir 1,4 miliar barel persediaan minyak strategis pada akhir 2025. Jumlah tersebut mencakup cadangan pemerintah dan stok komersial yang oleh EIA diperlakukan sebagai bagian dari persediaan strategis Tiongkok.
EIA memperkirakan Tiongkok bahkan menambah sekitar 1,1 juta barel minyak mentah per hari ke dalam persediaannya sepanjang 2025. Pada 2026 dan 2027, penambahan cadangan diperkirakan masih berlangsung sekitar 1 juta barel per hari.
Besarnya stok tersebut memberikan ruang bagi Beijing untuk mengurangi ketergantungannya terhadap pembelian minyak ketika harga global melonjak atau jalur pasokan terganggu.
Selain cadangan minyak, Tiongkok memiliki kapasitas pengolahan yang besar. Negara tersebut dapat mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk seperti bensin, solar dan bahan bakar jet. Dalam kondisi tertentu, pengaturan ekspor produk minyak Tiongkok karena itu dapat berdampak terhadap pasokan negara-negara lain.
Perubahan ini terlihat selama krisis energi yang dipicu perang Iran. The New York Times melaporkan Tiongkok sempat membatasi pasokan bahan bakar seperti bahan bakar jet, bensin dan diesel ke sejumlah negara tetangga. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengaruh energi Tiongkok tidak hanya berasal dari jumlah minyak yang dimilikinya, tetapi juga dari kemampuan mengolah dan mendistribusikannya.
Data menunjukkan pada Agustus 2026 Tiongkok mengolah sekitar 13,91 juta barel minyak per hari. Namun, kebutuhan kilang yang lebih besar daripada pasokan minyak dari impor dan produksi domestik membuat Tiongkok menarik sekitar 639.000 barel per hari dari cadangannya.
EIA juga mencatat posisi Tiongkok jauh berbeda dibanding sejumlah negara lain. Pada kuartal kedua 2026, estimasi persediaan minyak strategis Tiongkok mencapai sekitar 1,49 miliar barel, dibanding sekitar 321 juta barel di Amerika Serikat dan 187 juta barel di Jepang.
Strategi tersebut merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang Beijing untuk memperkuat ketahanan energi. Dalam rencana minyak dan gas untuk periode hingga 2030, Tiongkok menargetkan sistem cadangan minyak nasional yang lebih komprehensif, peningkatan produksi domestik serta penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi energi.
Dengan kombinasi cadangan minyak yang besar, kapasitas kilang, produksi energi domestik, serta investasi besar-besaran pada energi terbarukan, baterai dan kendaraan listrik, Tiongkok kini memiliki sejumlah instrumen untuk menghadapi gejolak energi global.
Perubahan tersebut berpotensi menggeser pola kekuatan tradisional di pasar energi. Selama puluhan tahun, negara-negara produsen minyak seperti Arab Saudi dan Amerika Serikat memiliki pengaruh besar karena kemampuan mereka mengendalikan pasokan minyak mentah. Tiongkok menunjukkan bahwa negara importir juga dapat memperoleh pengaruh besar dengan menguasai cadangan, kapasitas pengolahan dan rantai pasokan energi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!