Memanas Lagi, AS dan Iran Saling Serang untuk Pertama Kalinya Setelah Sebulan Jeda
📅 Senin, 31 Agu 2026, 09:00 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP/ISNA
Militer AS menyerang dua peluncur roket Iran di sebuah pulau di Selat Hormuz dalam serangan pertama terhadap pasukan Teheran setelah lebih dari sebulan jeda.
Iran dengan cepat membalas dengan meluncurkan rudal ke Yordania.
“Pasukan Korps Garda Revolusi Islam terlihat bersiap meluncurkan roket dengan ranjau laut ke Selat Hormuz,” yang mendorong pasukan Amerika untuk menyerang dua peluncur di Pulau Larak, kata Kapten Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, Minggu (30/8). CENTCOM mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah.
Teheran meluncurkan "beberapa rudal" ke Yordania sebagai balasan, tetapi rudal-rudal tersebut berhasil dicegat oleh pasukan AS, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.
Seperti dilaporkan Financial Times, serangan-serangan tersebut menyebabkan harga minyak sempat naik di atas $90 per barel, karena para pedagang mempertimbangkan apakah dimulainya kembali permusuhan menimbulkan risiko tambahan terhadap arus minyak dari Timur Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Serangan baru terhadap Iran malam ini tidak hanya menggarisbawahi kerapuhan upaya de-eskalasi, tetapi juga keteguhan IRGC untuk mempersulit lalu lintas bebas di Selat Hormuz,” kata Michael Alfaro, kepala investasi Gallo Partners, sebuah hedge fund yang berfokus pada energi dan industri.
“Situasi ini terasa seperti tong mesiu yang tak berujung yang terus memicu kenaikan harga,” katanya.
Serangan Amerika tampak lebih kecil dan lebih terfokus daripada serangan terakhir pada 29 Juli, di mana pasukan AS menghantam "puluhan" target dalam gelombang pengeboman selama dua jam.
Bulan lalu diwarnai serangan balasan selamaa tiga minggu antara AS dan Iran yang mengancam kembalinya perang skala penuh dan gagal membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya atau menjatuhkan rezim Islam tersebut.
Sejak saat itu, AS beralih memprioritaskan perang ekonomi untuk mencoba menekan Teheran agar menyerah.
Pada hari Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Washington memperluas sanksi sekunder terhadap Iran, mengancam akan mengambil langkah-langkah yang dapat "meledakkan" sistem keuangan global.
Namun, Bessent belum sampai melancarkan "D-Day ekonomi" kepada Iran, dan tidak memberikan tenggat waktu bagi mitra dagang Teheran untuk mematuhinya.
Sejauh ini, Washington hanya mencabut akses keuangan AS ke cabang-cabang bank Mesir di Uni Emirat Arab.
Langkah awal Bessent yang terbatas menunjukkan bahwa Washington ragu-ragu untuk mengejar target keuangan yang lebih besar yang membantu membiayai rezim Iran, termasuk bank-bank besar dan entitas yang didukung negara di Tiongkok, karena takut akan semakin menggoyahkan ekonomi global dan pasar keuangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!