Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendag Dorong I-UK CEPA hingga Kerja Sama Komoditas Strategis

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendag Dorong I-UK CEPA hingga Kerja Sama Komoditas Strategis Doc: Kemendag
Ket. Kemendag melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris guna membahas percepatan penjajakan Indonesia-UK CEPA hingga penguatan kerja sama komoditas strategis pada 7-9 September 2026.

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat hubungan dagang Indonesia-Inggris melalui percepatan penjajakan I-UK CEPA, aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), serta pengukuhan kerja sama di sektor komoditas strategis.

Langkah-langkah peningkatan hubungan dagang tersebut ditegaskan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Johni Martha, pascakunjungan kerja ke London, Inggris, pada 7-9 September 2026.

"Kami telah bertemu dengan sejumlah instansi Pemerintah Inggris dan berbagai pemangku
kepentingan untuk meningkatkan perdagangan kedua negara melalui pembentukan I-UK CEPA. Kami juga mengapresiasi dukungan Inggris atas upaya aksesi Indonesia ke CPTPP," ujar Johni dalam keterangan di Jakarta, Kamis (17/9).

Kemendag memproyeksikan I-UK CEPA dapat mempertajam daya saing kedua negara melalui
perluasan akses pasar, penguatan rantai pasok, pengurangan hambatan regulasi, serta pengembangan perdagangan jasa dan investasi.

Menurut Johni urgensi kemitraan ini semakin nyata, mengingat Indonesia tidak lagi memperoleh skema Developing Countries Trading Scheme (DCTS) Inggris mulai 1 Januari 2027 mendatang.

Di sisi lain, ekspor Inggris ke Indonesia saat ini masih dikenakan tarif most-favored nation (MFN) sekitar 6–15 persen.

Selain pertemuan tingkat pemerintah, Johni juga memimpin forum bisnis bersama 20 perusahaan
dan lembaga think-tank Inggris pada Selasa (8/9).

"Masukan dari dunia usaha sangat penting untuk mempercepat pembentukan I-UK CEPA," kata Johni.

Dalam kunjungan kali ini, Delegasi Kemendag juga mengunjungi International Coffee Organization (ICO) di London. Pertemuan ini membahas kesejahteraan petani kopi skala kecil, pengakuan specialty Robusta, praktik pertanian regeneratif (regenerative agriculture), hingga tantangan implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR).

"Kami juga menekankan pentingnya peran ICO dalam menopang kesejahteraan petani kopi yang mayoritas adalah petani kecil. Di sisi lain, perlu peran aktif negara produsen kopi besar untuk menciptakan aturan global yang lebih adil dan inklusif," jelas Johni.

Nilai perdagangan Indonesia-Inggris tercatat relatif stabil sepanjang 2021-2025, naik dari 2,57 miliar dolar AS pada 2021 menjadi 2,66 miliar dolar AS pada 2025.

Kedua negara memiliki ekonomi yang saling melengkapi. Indonesia dengan pasarnya yang besar, sumber daya alam melimpah, dan basis manufaktur kompetitif, sementara Inggris unggul pada produk dan jasa bernilai tinggi, teknologi, serta keahlian lintas sektor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta akan Terus Didorong...
Megapolitan
Ribuan Keluarga di Pasar Ma...

Sebaran Merkuri Dimohon Jadi Perhatian Dinkes Tangerang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sebaran Merkuri Dimohon Jad...
Luar Negeri
Saudi Tuding Houthi Targetk...

Di SAFE 2026, Katadata Perkenalkan KESGI 50 Index

2 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Di SAFE 2026, Katadata Perk...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.