Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Khawatir Beijing Diam-Diam Kirim Rudal Panggul ke Iran Lewat Pakistan, Trump Percaya Janji Xi Jinping

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 05:25 WIB | Oleh:
Pakar Khawatir Beijing Diam-Diam Kirim Rudal Panggul ke Iran Lewat Pakistan, Trump Percaya Janji Xi Jinping Doc: Istimewa
Ket. Mantan pejabat Pentagon Matthew Kroenig mengatakan Russia dan Tiongkok memiliki kepentingan strategis untuk meningkatkan biaya operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah tanpa harus terlibat secara langsung.

WASHINGTON DC - Dugaan bahwa Tiongkok diam-diam menyalurkan ratusan rudal pertahanan udara portabel (MANPADS) ke Iran melalui Pakistan memicu kekhawatiran baru di Washington. Meski Beijing dan Islamabad membantah keras tuduhan tersebut, sejumlah pakar menilai skenario itu sangat mungkin terjadi mengingat eratnya hubungan strategis Tiongkok, Russia, dan Iran.

Dari Fox News, laporan yang pertama kali diungkap Reuters menyebut Iran berpotensi menerima ratusan sistem pertahanan udara buatan Tiongkok melalui jalur Pakistan. Jika benar, pasokan itu dapat membantu Teheran membangun kembali lapisan pertahanan udaranya yang rusak akibat perang. Namun, baik pemerintah Tiongkok maupun Pakistan menyebut laporan tersebut tidak berdasar dan membantah adanya pengiriman senjata.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku terkejut mendengar kabar tersebut. Menurutnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelumnya telah memberikan jaminan secara langsung bahwa Beijing tidak akan terlibat dalam konflik Iran.

"Xi mengatakan kepada saya dengan sangat tegas bahwa mereka tidak akan ikut campur. Saya tentu akan sangat kecewa jika laporan itu benar," kata Trump kepada wartawan.

Meski demikian, sejumlah analis keamanan menilai laporan tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.

Mantan pejabat Pentagon Matthew Kroenig mengatakan Russia dan Tiongkok memiliki kepentingan strategis untuk meningkatkan biaya operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah tanpa harus terlibat secara langsung.

"Dari sudut pandang Rusia dan Tiongkok, jika mereka dapat mempersulit operasi militer Amerika dan membuat Washington mengeluarkan biaya lebih besar, itu jelas menguntungkan mereka," ujarnya.

Kroenig menilai Trump kemungkinan sengaja meredam isu tersebut di depan publik sambil menyampaikan peringatan secara tertutup kepada Beijing dan Moskow. Namun ia mengingatkan bahwa Washington tidak boleh menganggap enteng setiap indikasi bantuan militer kepada Iran.

Selain dugaan pengiriman rudal dari Tiongkok, muncul pula tuduhan bahwa Russia membantu Iran melalui penyediaan citra satelit pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Klaim itu disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang menyebut intelijen negaranya menemukan korelasi antara aktivitas satelit Russia dan serangan Iran terhadap sejumlah instalasi militer AS. Russia membantah seluruh tuduhan tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengakui bahwa Russia dan Tiongkok memang memberikan dukungan kepada Iran dalam tingkat tertentu. Menurutnya, pemerintah Amerika mengetahui aktivitas tersebut dan telah mengambil langkah untuk mengatasinya, meski sebagian besar upaya itu tidak dipublikasikan.

Peneliti senior Washington Institute for Near East Policy, Anna Borshchevskaya, menilai hubungan militer Russia-Iran yang telah terjalin selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa bentuk bantuan tidak selalu berupa pengerahan pasukan. Dukungan dapat dilakukan melalui intelijen, teknologi, maupun sistem persenjataan yang dikirim secara tidak langsung.

Ia juga menilai Rusia dan Tiongkok memandang konflik di Timur Tengah sebagai bagian dari persaingan global melawan Amerika Serikat, sehingga setiap bentuk bantuan kepada Iran berpotensi menjadi bagian dari strategi geopolitik yang lebih luas.

Hingga kini, belum ada bukti independen yang memverifikasi dugaan pengiriman rudal Tiongkok melalui Pakistan maupun klaim Ukraina mengenai transfer intelijen satelit Rusia kepada Iran. Namun para analis menilai kedua laporan tersebut cukup kredibel untuk menjadi perhatian serius, mengingat meningkatnya kerja sama strategis antara Beijing, Moskow, dan Teheran di tengah memanasnya konflik kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.