PTE Asia 2026 menghadirkan InJourney Bahas Transformasi Bandara Indonesia
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 09:21 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasJAKARTA – InJourney akan memaparkan fase transformasi bandara di Indonesia pada ajang perdana Passenger Terminal Expo Asia (PTE Asia) yang merupakan pergelaran regional terbaru dari Passenger Terminal Expo (PTE World), sebuah pameran dan konferensi bandara berskala internasional terkemuka di dunia.
Kegiatan ini berlangsung pada 23–24 September 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, acara ini akan mempertemukan lebih dari 3.500 profesional baik itu para eksekutif bandara, otoritas penerbangan, maskapai penerbangan, arsitek, penyedia teknologi, dan spesialis infrastruktur untuk mengeksplorasi masa depan operasional bandara dan pengalaman penumpang di seluruh kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
Kehadiran delegasi InJourney ini akan membawa perspektif pasar aviasi Indonesia ke dalam percakapan industri tingkat Asia-Pasifik (APAC), dengan fokus bahasan pada peningkatan pengalaman penumpang, optimalisasi pendapatan non-aeronautika, serta penerapan teknologi bandara secara praktis.
Erlangga Aekukula Renggana, Executive Vice President Corporate Planning and Transformation InJourney, dijadwalkan tampil dalam Executive Panel Discussion: Redefining Passenger Experience Across APAC – Insights from Leading Airports. Ia akan membahas bagaimana perubahan ekspektasi penumpang memengaruhi perjalanan di dalam terminal, terutama di Indonesia yang menjadikan bandara sebagai pendukung konektivitas domestik sekaligus gerbang utama pariwisata internasional.
Pada sesi terpisah, Aprizal, Non-Aero Commercial Group Head InJourney Airports, akan menyoroti potensi komersial terminal melalui sesi Terminal as Destination: Indonesia’s Non-Aero Revenue Transformation. Sesi ini akan mengupas pemanfaatan ritel, kuliner, dan layanan non-aeronautika untuk memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan pengalaman para pelancong.
Sementara itu, Ferry Kusnowo, Director of Strategic Planning and ICT InJourney, akan bergabung dalam panel Fixing Airport Pain Points Once and For All. Diskusi ini berfokus pada pergeseran dari sekadar ambisi transformasi digital ke arah penerapan teknologi yang memberikan dampak operasional terukur guna menyelesaikan kendala di bandara.
Direktur Acara PTE Asia, Dominic Pinfold, menuturkan bahwa kawasan Asia tengah mendefinisikan era baru penerbangan dunia. Menurutnya, keputusan investasi terkait kapasitas bandara dan infrastruktur digital saat ini akan membentuk cara miliaran orang bepergian pada dekade mendatang.
"PTE Asia digagas untuk mempertemukan para pemimpin bandara, pembuat kebijakan, dan inovator teknologi yang bertanggung jawab atas transformasi tersebut. Di tengah gelombang investasi besar di Asia-Pasifik dan Timur Tengah, kolaborasi menjadi semakin penting," ujar Dominic Pinfold.
Sementara itu, berdasarkan data Airports Council International (ACI), investasi baru senilai USD240 miliar di sektor bandara diproyeksikan akan menciptakan kapasitas tambahan bagi 1,24 miliar penumpang. Hal itu sejalan dengan perkiraan peningkatan lalu lintas penumpang sebesar 4,8 persen per tahun di Asia pada periode 2025–2028.
Pada 2053, bandara di kawasan Asia dan Timur Tengah diperkirakan akan melayani hampir 11 miliar penumpang per tahun, atau hampir tiga kali lipat dari saat ini. Hal ini sekaligus meneguhkan Asia sebagai motor utama pertumbuhan aviasi global.
Ekspansi besar-besaran untuk merespons pertumbuhan tersebut telah mengubah wajah infrastruktur bandara di seluruh kawasan. Singapura saat ini tengah membangun Terminal 5 Bandara Changi, bagian dari proyek Changi East, yang akan mendongkrak kapasitas dari 90 juta menjadi lebih dari 140 juta penumpang per tahun.
Perkembangan serupa juga terjadi di negara Asia Tenggara lainnya. Vietnam saat ini sedang membangun Bandara Internasional Long Thanh, dan Thailand terus memperluas gerbang penerbangan internasionalnya. Sementara itu, Indonesia secara konsisten terus melakukan modernisasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna meningkatkan kapasitas dan layanannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!