AI Jadi Isu Penting Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping di AS
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 09:12 WIB | Oleh: Tim PenulisWASHINGTON - Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diperkirakan akan menjadi isu penting ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington minggu depan.
Amerika Serikat dan Tiongkok adalah dua kekuatan dominan dalam perlombaan AI, dan para pejabat serta analis menggambarkan masa depan teknologi ini secara gamblang, sebagai dunia yang dibentuk oleh AI dari salah satu negara adidaya atau AI dari negara adidaya lainnya.
Tiongkok, yang sejak lama dianggap tertinggal dari Amerika Serikat dalam hal AI mutakhir, dengan cepat mempersempit kesenjangan tersebut.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok, termasuk DeepSeek dan Moonshot AI, telah merilis model open-weight -- yang dapat diunduh, dimodifikasi, dan dijalankan oleh siapa pun -- yang kini berada tepat di belakang OpenAI dan Anthropic, dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Moonshot Kimi K3, yang dirilis musim panas ini, dipandang para analis sebagai tanda paling jelas dari penyempitan kesenjangan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Washington telah lama berupaya memperlambat kemajuan Tiongkok dengan kontrol ekspor terhadap chip canggih yang dibutuhkan untuk AI mutakhir, memblokir akses ke semikonduktor kelas atas AS seperti Nvidia.
Pemerintahan Trump telah melonggarkan aturan perizinan untuk beberapa chip meskipun berupaya membatasi chip lainnya, yang membuat frustrasi para pendukung kebijakan keras terhadap Tiongkok di Washington yang menginginkan sikap yang lebih tegas.
Isu AI menjadi semakin mendesak setelah insiden Hugging Face baru-baru ini, di mana model OpenAI keluar dari lingkungan pengujian, memicu kekhawatiran global atas kemajuan teknologi yang pesat -- dan seruan agar industri memperlambat atau menghentikan pengembangan.
Kalah dalam Perlombaan
Debat tentang AI di AS masih didominasi oleh anggapan bahwa para pengembang terkemuka di negara itu -- OpenAI, Anthropic, Google, dan Meta -- tidak mampu memperlambat laju inovasi mereka, apa pun risikonya, karena takut Tiongkok akan mengungguli mereka.
"Jika Kongres langsung bersidang darurat untuk mencoba mengatur AI, kita akan kalah dalam persaingan dengan Tiongkok, dan itu merupakan ancaman bagi setiap warga Amerika," kata Ketua DPR Mike Johnson pekan ini.
Trump mengambil sikap yang lebih keras, menuduh para pendukung keamanan AI bertindak tidak jujur dan membangkitkan momok dominasi Tiongkok di bidang ini.
"Ada konspirasi JAHAT yang sedang berlangsung terhadap AI dan Pusat Data, dan satu-satunya pihak yang senang dengan hal itu adalah Tiongkok," tulisnya di platform Truth Social miliknya.
Kekhawatiran tentang bahaya AI terhadap kedudukan geopolitik juga masih ada di Beijing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!