Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

IHSG Hari Ini Menguat Seiring Kenaikan Suku Bunga The Fed

28 Kamis, 17 Sep 2026, 10:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat Seiring Kenaikan Suku Bunga The Fed IHSG Hari Ini Menguat Seiring Kenaikan Suku Bunga The Fed Doc: ANTARA
Ket. Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/9) dibuka menguat 18,18 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.455,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,97 poin atau 0,46 persen ke posisi 649,93.

IHSG hari ini diprediksi bergerak menguat seiring kenaikan suku bunga acuan The Fed sudah di-priced in (dilakukan penyesuaian harga terlebih dahulu) oleh pelaku pasar.

"Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (17/9).

Dari mancanegara, sesuai ekspektasi pelaku pasar, bank sentral Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4,00 persen dari sebelumnya 3,50-3,75 persen.

Median suku bunga The Fed akan berada sekitar 4,1 persen pada akhir 2026 dalam proyeksi ekonomi terbaru, sementara setidaknya 12 anggota FOMC The Fed memperkirakan masih terdapat satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ketua The Fed, Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama dan kembali menekankan pendekatan berbasis data dibandingkan forward guidance.

“Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter AS,” ujar Liza.

Sementara itu, risiko geopolitik masih terpusat di kawasan Timur Tengah, terutama terkait potensi gangguan terhadap pasokan dan jalur distribusi minyak.

East-West Pipeline Arab Saudi sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan drone dari kelompok Houthi yang didukung Iran, sementara konflik juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran Bab el-Mandeb.

"Namun, kekhawatiran pasokan mulai mereda setelah Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada kilang Asia dan berupaya memulihkan kapasitas pipelinenya secara bertahap," ujar Liza.

Seiring dengan itu, harga komoditas energi mulai mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Harga minyak Brent turun 3,02 persen ke sekitar 105,46 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,71 persen ke sekitar 102 dolar AS per barel.

Dari dalam negeri, Fitch mempertahankan rating Indonesia Investment Authority (INA) pada BBB dengan negative outlook, setara dengan sovereign Indonesia, serta AAA (idn) dengan Stable Outlook untuk skala nasional.

Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap INA “Virtually Certain” dengan Support Score 45/60, yang mencerminkan kuatnya keterkaitan operasional dan keuangan INA dengan pemerintah. Negative Outlook mengikuti prospek sovereign Indonesia, sementara rating nasional tetap stabil.

Sementara itu, Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama investasi melalui Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan fokus pada pengembangan kawasan industri, integrasi rantai pasok, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah.

MoU baru mencatat komitmen sekitar 19,4 miliar Renminbi (RMB) atau Rp51 triliun, sehingga total komitmen TCTP mencapai sekitar Rp88,1 triliun. Pemerintah akan mendorong percepatan implementasi dan realisasi investasi, khususnya pada proyek kawasan industri strategis di Indonesia.

Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Rabu (16/09), diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,57 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,28 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,53 persen, dan indeks CAC 40 Prancis menguat 0,62 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.