Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Praktisi Ungkap Fenomena 'Brain Drain' Ancam Bonus Demografi Indonesia Berkelanjutan

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Praktisi Ungkap Fenomena 'Brain Drain' Ancam Bonus Demografi Indonesia Berkelanjutan     Doc: Dok AI Generated/ChatGPT

JAKARTA - Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dian Azmawati, menyoroti fenomena brain drain di Indonesia. Brain drain adalah berpindahnya kaum intelektual, ilmuwan, atau tenaga kerja terampil dari negara asal ke negara lainuntuk menetap dan bekerja.

Menurut dia, fenomena brain drain mengancam bonus demografi Indonesia saat ini. Ia menilai meningkatnya perpindahan warga negara Indonesia menjadi sinyal serius yang wajib segera memperoleh perhatian pemerintah bersama.

“Fenomena migrasi internasional sudah berlangsung sejak lama. Tetapi peningkatan perpindahan talenta Indonesia menjadi sinyal penting bagi negara,” kata Dian, Sabtu (18/7).

Ia berpandangan perpindahan tenaga terampil dipengaruhi kombinasi faktor pendorong domestik serta daya tarik peluang berkembang di luar negeri. Baginya, keterbatasan lapangan pekerjaan, dukungan riset, serta lingkungan inovasi mendorong banyak generasi muda mencari kesempatan lebih baik.

“Di luar negeri peluang belajar, bekerja, berinovasi lebih terbuka. Bahkan, terbuka untuk bergabung dalam penelitian,” ucap dia.

Dian membeberkan, fenomena brain drain berpotensi mengurangi manfaat bonus demografi apabila talenta terbaik terus meninggalkan Indonesia. Ia meyakini pemerintah perlu menghadirkan kesempatan kerja, inovasi, serta ekosistem penelitian yang mampu mempertahankan sumber daya manusia berkualitas.

“Kalau investasi pendidikan sudah dilakukan, tetapi sumber dayanya hilang, negara tentu mengalami kerugian besar. Tentu ini harus diperhatikan,” ujar dia.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membangun kemampuan akademik sekaligus keterampilan mahasiswa menghadapi persaingan internasional secara berkelanjutan. Untuk itu mahasiswa harus didorong mencari pengalaman global melalui beasiswa maupun pertukaran pelajar, kemudian kembali membangun Indonesia bersama.

"Pemerintah perlu segera memperkuat kebijakan, regulasi, anggaran, serta dukungan inovasi. Sehingga talenta unggul tetap berkarya di Indonesia," ucap dia.

Menurut dia, langkah nyata tersebut menjadi kunci menjaga investasi sumber daya manusia. Sekaligus memperkuat daya saing bangsa pada masa mendatang.

Sebelumnya dikabarkan, Data Kementerian Hukum menunjukkan hampir 8.000 warga negara Indonesia (WNI) mengajukan permohonan pelepasan kewarganegaraan dalam kurun lima tahun terakhir. Mayoritas permohonan tersebut dipengaruhi oleh faktor pernikahan dengan warga negara asing, pendidikan, hingga pekerjaan di luar negeri. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.