Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luas Karhutla di Gunung Ciremai Mencapai 40 Hektare

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luas Karhutla di Gunung Ciremai Mencapai 40 Hektare Doc: Antara
Ket. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat meninjau kondisi karhutla di kawasan Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026).

Kuningan - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut luas kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Jawa Barat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan mencapai 40 hektare.

Dian di Kuningan, Rabu, mengatakan pada siang hari sebagian titik api telah berhasil dipadamkan, sementara petugas masih melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

“Berdasarkan laporan, sudah sekitar 40 hektare area yang terbakar. Namun sampai perkembangan siang hari, sudah mulai padam di beberapa titik,” katanya.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah turun langsung meninjau lokasi karhutla, untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan penanganan oleh tim gabungan berjalan maksimal.

Ia menuturkan kebakaran pertama kali terdeteksi di Blok Cileutik pada Senin (7/9), kemudian api merambat ke sejumlah titik di kawasan hutan TNGC.

Dian mengatakan kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman, karena masih terdapat lokasi yang mengeluarkan asap dan diduga menyimpan bara api.

“Persoalan di hutan itu kan tidak bisa dilihat hanya dari padam asapnya, karena dimungkinkan, dan saya lihat tadi ada beberapa titik yang belum padam sepenuhnya,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi angin yang cukup kencang dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian karhutla.

Bahkan, kata Dian, kobaran api berpotensi melewati sekat bakar yang telah dibuat petugas apabila hembusan angin membawa bara ke kawasan lain.

“Kita lihat ke arah atas, teman-teman juga mungkin ada yang membuat sekat bakar, tapi ini rawan karena angin besar di Kuningan hari-hari ini, jadi api itu menyeberang, melompat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan petugas menghadapi medan terjal dan berbatu, untuk mencapai sejumlah titik api.

Ia menyampaikan cuaca panas, perubahan arah angin, serta terbatasnya sumber air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Selain itu, ia mengatakan vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang turut mempercepat penyebaran api sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan yang tersedia.

“Memang ada beberapa kesulitan, di antaranya akses jalan cukup terjal dan banyak batu-batu, angin yang berubah-ubah arah, cuaca panas, sulitnya sumber air,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Luar Negeri
Uni Eropa Gandeng Kanada Pe...
Advertisement
Kapok! Nekat Muncak Saat Ditutup, 8 Pendaki Ilegal Semeru Kena Blacklist Nasional Se-Indonesia

Kapok! Nekat Muncak Saat Ditutup, 8 Pendaki Ilegal Semeru Kena Blacklist Nasional Se-Indonesia

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.